Perancangan ulang terminal penumpang bandara internasional sultan iskandar muda dilakukan sebagai respons terhadap peningkatan siginifikan jumlah penumpang serta kebutuhan akan fasilitas dan layanan yang sesuai dengan standar internasional. dengan mengangkat tema arsitektur metafora, perancangan ini bertujuan menciptakan terminal yang tidak hanya fungsional dan efisien, tetapi juga mencerminkan identitas budaya aceh dan menjadi landmark yang menarik secara visual. permasalahan utama yang diangkat meliputi keterbatasan kapasitas terminal eksisting, kurangnya kenyamanan dan kelengkapan fasilitas, serta permanfaatan ruang terminal vip yang belum optimal. dalam menjawab tantangan tersebut, dilakukan analisis tapak, studi kebutuhan ruang, analisis pola sirkulasi pengguna, serta studi banding dari beberapa bandara internasional. tema arsitektur metafora digunakan untuk memperkuat karakter desain melalui pendekatan simbolik dan visual yang terinspirasi dari budaya dan alam lokal. hasil rancangan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sirkulasi, kenyamanan penumpang, serta mendukung pariwisata dan ekonomi daerah. dengan pendekatan desain berbasis konteks dan standar internasional, perancangan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk perkembangan bandara sultan iskandar muda ke depannya. kata kunci: bandara, terminal penumpang, arsitektur metafora, sultan iskandar muda
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERANCANGAN TERMINAL BANDARA INTERNASIONAL SULTAN ISKANDAR MUDA. Banda Aceh Fakultas Teknik (S1),2025
Baca Juga : REDESAIN TERMINAL PENUMPANG BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTAN ISKANDAR MUDA TEMA : STRUKTUR SEBAGAI ELEMEN ESTETIS (Shaivan Nur, 2017)
Abstract
The redesign of the passenger terminal of Sultan Iskandar Muda International Airport was carried out in response to the significant increase in the number of passengers and the need for facilities and services that meet international standards. By adopting the theme of metaphorical architecture, this design aims to create a terminal that is not only functional and efficient, but also reflects the cultural identity of Aceh and becomes a visually attractive landmark. The main problems raised include the limited capacity of the existing terminal, the lack of comfort and completeness of facilities, and the less than optimal utilization of the VIP terminal space. In responding to these challenges, a site analysis, space requirements study, user circulation pattern analysis, and comparative studies of several international airports were carried out. The theme of metaphorical architecture is used to strengthen the character of the design through a symbolic and visual approach inspired by local culture and nature. The design results are expected to improve circulation efficiency, passenger comfort, and support regional tourism and the economy. With a context-based design approach and international standards, this design is expected to be a long term solution for the future development of Sultan Iskandar Muda Airport. Keywords: Airport, Passenger Terminal, Metaphorical Architecture, Sultan Iskandar Muda