Perkembangan ekonomi yang pesat di kota banda aceh telah meningkatkan kebutuhan akan ruang kerja yang fleksibel, efisien, dan representatif, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (umkm). namun, keterbatasan lahan dan penggunaan ruang yang tidak tepat. seperti pemanfaatan pertokoan sebagai kantor menimbulkan berbagai kendala, seperti kurangnya pencahayaan alami, sirkulasi udara yang buruk, keterbatasan area parkir, serta tidak tersedianya fasilitas pendukung. untuk menjawab tantangan tersebut, dilakukan perancangan kantor sewa dengan pendekatan arsitektur bioklimatik sebagai solusi yang adaptif terhadap iklim tropis banda aceh. pendekatan arsitektur bioklimatik berfokus pada pemanfaatan kondisi iklim setempat untuk mengurangi ketergantungan terhadap sistem mekanikal, melalui optimalisasi pencahayaan alami, ventilasi silang, serta pemanfaatan vegetasi dan orientasi bangunan yang tepat. perancangan ini juga mempertimbangkan fleksibilitas ruang yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penyewa, efisiensi energi, serta kenyamanan termal bagi penggunanya. kajian tapak, analisis kebutuhan ruang, serta studi banding terhadap objek dan tema sejenis menjadi dasar dalam merumuskan konsep dan strategi desain. perancangan kantor sewa ini diharapkan dapat menjadi solusi arsitektural yang tidak hanya efisien dan ramah lingkungan, tetapi juga mendukung aktivitas bisnis lokal secara berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi terhadap kualitas lingkungan binaan di kawasan urban banda aceh. kata kunci: kantor sewa, arsitektur bioklimatik, fleksibilitas ruang, efisiensi energi, banda aceh.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERANCANGAN KANTOR SEWA DI BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik (S1),2025
Baca Juga : PEMADAM WILAYAH KEBAKARAN KOTA BANDA ACEH (Fajar Wahyudi, 2013)
Abstract
The rapid economic development in Banda Aceh has increased the demand for flexible, efficient, and representative workspaces, especially for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). However, land limitations and the improper use of space. Such as converting retail shops into offices, have led to several issues, including inadequate natural lighting, poor air circulation, limited parking areas, and the absence of essential supporting facilities. To address these challenges, a rental office design was proposed using a bioclimatic architectural approach as an adaptive solution to the tropical climate of Banda Aceh. The bioclimatic approach emphasizes the utilization of local climatic conditions to reduce reliance on mechanical systems by optimizing natural lighting, cross ventilation, and integrating vegetation as well as appropriate building orientation. The design also focuses on spatial flexibility to meet diverse tenant needs, energy efficiency, and thermal comfort for its users. Site analysis, space requirement studies, and comparative studies of similar objects and themes serve as the foundation for formulating the design concept and strategy. This rental office design is expected to be an architectural solution that is not only efficient and environmentally friendly but also supports local business activities in a sustainable manner, while contributing to the quality of the built environment in urban Banda Aceh. Keywords: Rental Office, Bioclimatic Architecture, Spatial Flexibility, Energy Efficiency, Banda Aceh.