Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Delfia Hidayatul Fitri, SPLINE UNTUK MEMINIMUMKAN GAYA PADA GERAKAN LOMPATAN FENOMENAL PEMAIN SEPAK BOLA MAROKO EN-NESYRI PADA PIALA DUNIA 2022. Banda Aceh Fakultas MIPA Matematika,2025

Lompatan fenomenal merupakan gerakan ekstrem yang memerlukan gaya internal yang besar. interpolasi spline kubik yang digunakan untuk mengaproksimasi pola gerakan lompatan fenomenal en-nesyri pada piala dunia 2022 (mencapai 278 cm) melalui titik-titik data posisi segmen tubuh, menampilkan nilai percepatan yang besar. penelitian ini bertujuan menemukan pola gerakan lain untuk mencapai ketinggian sebagaimana yang dicapai oleh atlet en-nesyri dengan gaya minimum. hasil pola gerakan dibandingkan antar dua pendekatan spline biasa (yang merepresentasikan gerakan nyata) dan spline minimum gaya. pendekatan yang digunakan selain mengonstruksi pola gerakan baru dengan menghubungkan interpolasi spline kubik dengan masalah non linear programming juga memastikan bahwa koefisien yang dipilih adalah seminimum mungkin. hasil optimisasi spline minimum gaya menampilkan kurva lintasan gerakan yang halus, efisien dengan percepatan lebih rendah, ketinggian lompatan tetap tercapai, dan stabil. namun, spline minimum gaya memiliki keterbatasan dalam detail gerakan nyata, sehingga kurang akurat untuk analisis biomekanik spesifik. sebaliknya, spline biasa lebih unggul dalam mengaproksimasi gerakan nyata meski mengandung inefisiensi gaya dan pola gerakan banyak berosilasi. penelitian ini menawarkan perspektif baru dalam pelatihan lompatan. kata kunci: non linear programming, gaya, kontrol optimal, spline kubik minimum gaya, spline kubik not-a-knot



Abstract

Phenomenal jumps are extreme movements that require large internal forces. The cubic spline interpolation used to approximate the movement pattern of En-Nesyri’s phenomenal jump at the 2022 World Cup (reaching 278 cm) through body segment position data points. This study aims to find other movement patterns to reach the heights reached as achieved by the athlete En-Nesyri with minimum force. The movement pattern results are compared between two approaches of ordinary spline (which represents the real movement) and minimum force spline. The approach used in addition to constructing new movement pattern by relating cubic spline interpolation to the non-linear programming problem also ensures that the coefficients chosen are as minimum as possible. The results of the minimum force spline display smooth, efficient movement trajectory curve with lower acceleration, fixed jump height achieved, and stable. However, the minimum force spline has limitations in real movement details, making it less accurate for specific biomechanical analysis. In contrast, the ordinary spline is superior in spproximating real movements despite containing force inefficiencies and many oscillating movement patterns. This study offer a new perspective in jump training. Keywords: non linear programming, force, control optimal, cubic spline minimum force, cubic spline kubik not-a-knot



    SERVICES DESK