Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Nurul Hidayatul Syufi, DAMPAK HIDRODINAMIKA ARUS PASANG SURUT DI PERAIRAN UTARA ACEH TERHADAP MACRO FLOATING DEBRIS. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan Perikanan (S1),2025

Perairan utara aceh merupakan wilayah perairan yang dinamis karena berbatasan langsung dengan perairan utama seperti samudera hindia, laut andaman, dan selat malaka. di perairan utara aceh dinamika laut seperti pasang surut dapat memberikan dampak terhadap distribusi benda atau partikel seperti sampah laut. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak sirkulasi arus yang dibangkitkan oleh pasang surut terhadap potensi pencemaran di perairan utara aceh. metode yang digunakan adalah dengan melakukan simulasi numerik model dua dimensi terhadap arus pasang surut dan jalur lintasan macro floating debris. hasil simulasi model menunjukkan bahwa kecepatan arus rata-rata selama simulasi (01 januari 2024 sampai 1 februari 2024) adalah 0.1 m/s. berdasarkan skenario yang berbeda sampah dilepaskan dari empat sumber yaitu laut andaman, selat malaka, samudera hindia, dan pantai banda aceh. dari keempat skenario tersebut diketahui bahwa sampah dari laut andaman dan selat malaka tidak sampai ke perairan utara aceh, sedangkan sumber dari samudera hindia memberikan kontribusi minim dengan adanya sebagian kecil partikel terlihat masuk ke perairan utara aceh. sebaliknya, sumber dari pesisir banda aceh menjadi penyebab utama akumulasi sampah di wilayah perairan utara aceh. kata kunci: sampah laut, model numerik, pasang surut, mike 21



Abstract

The northern waters of Aceh are a dynamic marine area due to their direct proximity to major water bodies such as the Indian Ocean, the Andaman Sea, and the Malacca Strait. In the northern waters of Aceh, marine dynamics such as tides can impact the distribution of objects or particles like marine debris. This study aims to identify the impact of tidal-induced current circulation on pollution potential in the Northern Waters of Aceh. The method used involves conducting a two-dimensional numerical simulation of tidal currents and the trajectory of macro floating debris. The simulation results show that the average current speed during the simulation period (1 January 2024 to 1 February 2024) was 0.1 m/s. Based on different scenarios, waste was released from four sources: the Andaman Sea, the Malacca Strait, the Indian Ocean, and the Banda Aceh coast. From the four scenarios, it was found that waste from the Andaman Sea and Malacca Strait did not reach the North Aceh Waters, while the source from the Indian Ocean contributed minimally, with only a small portion of particles observed entering the North Aceh Waters. Conversely, the source from the Banda Aceh coast was the primary cause of waste accumulation in the North Aceh Waters region. Keywords: Marine debris, Numerical model, Tides, Mike 21

Baca Juga : PENGARUH TEKANAN BAROTROPIK TERHADAP DINAMIKA ARUS PERAIRAN PULO ACEH (Shafira Citra Desrika Putri, 2023)



    SERVICES DESK