Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat menyebabkan peningkatan mobilitas kendaraan, sehingga arus lalu lintas semakin padat dan berujung pada kemacetan serta kebisingan. oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebisingan akibat arus lalu lintas di kawasan sd negeri lampeuneurut, mengetahui persepsi kenyamanan masyarakat sekolah, mengetahui hubungan volume terhadap tingkat kebisingan serta mengetahui hubungan kecepatan lalu lintas dengan tingkat kebisingan di kawasan tersebut. pengumpulan data dilakukan menggunakan alat sound level meter tipe gm1352, dengan sistem “short time” selama 10 menit, pembacaan di mulai pada jam 07.00 – 14.00 wib selama 2 hari, yaitu hari minggu yang mewakili hari libur dan hari senin yang mewakili hari sekolah. sesuai dengan standar baku mutu berdasarkan kep-48/menlh/11/1996, tingkat kebisingan maksimum untuk lingkungan sekolah menurut sni adalah sebesar 55 db. metodelogi yang digunakan dalam penelitian ini untuk perhitungan volume dan kecepatan mengaju pada pkji 2023. hasil penelitian menunjukkan bahwa volume lalu lintas merupakan faktor dominan yang memicu kebisingan. tingkat kebisingan (leq) yang terjadi pada hari minggu sebesar 68,78 db(a), sedangkan pada hari senin kebisingan (leq) yang terjadi sebesar 74,55 db(a), nilai kebisingan ini menunjukkan bahwa tingkat kebisingan telah melampaui ambang batas maksimum 55 db(a). berdasarkan tingkat kebisingan yang terjadi, pada hari senin sebanyak 27% masyarakat sekolah merasa kurang nyaman, sementara 67% lainnya merasa tidak nyaman. hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kebisingan, maka tingkat kenyamanan masyarakat sekolah akan menurun.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KEBISINGAN AKIBAT ARUS LALU LINTAS TERHADAP KENYAMANAN DI KAWASAN SD NEGERI LAMPEUNEURUT KABUPATEN ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Teknik,2025
Baca Juga : ANALISIS KEBISINGAN AKIBAT ARUS LALU LINTAS TERHADAP RNKENYAMANAN DI KAWASAN MASJID OMAN AL-MAKMUR RNKOTA BANDA ACEH (Luhur Budi Prakoso, 2025)
Abstract
The continuous increase in population has led to higher vehicle mobility, resulting in denser traffic flow, congestion, and elevated noise levels. This study aims to analyze traffic-induced noise levels in the vicinity of SD Negeri Lampeuneurut assess the perceived comfort of the school community, examine the relationship between traffic volume and noise levels, and investigate the correlation between traffic speed and noise levels in the area. Data were collected using a GM1352 sound level meter with a “Short Time” measurement system over 10-minute intervals, from 07:00 to 14:00 WIB on two different days: Sunday (representing non-school days) and Monday (representing school days). According to the noise quality standards set by KEP-48/MENLH/11/1996 and SNI, the maximum permissible noise level in a school environment is 55 dB(A). The methodology for calculating traffic volume and speed refers to PKJI 2023. The results indicate that traffic volume is the primary factor contributing to noise levels. The equivalent noise level (Leq) recorded was 68.78 dB(A) on Sunday and 74.55 dB(A) on Monday, both exceeding the maximum allowable threshold. On Monday, 27% of the school community reported feeling slightly uncomfortable, while 67% felt uncomfortable. These findings highlight that increasing noise levels are directly associated with a decline in the comfort levels experienced by the school community.
Baca Juga : UJI KEBISINGAN PADA PELABUHAN MALAHAYATI KRUENG RAYA ACEH BESAR (AMMAR, 2024)