Pemerintah telah menetapkan beberapa program intensifikasi peningkatan produksi jagung seperti: supra insus, intensifikasi khusus dan intensifikasi umum. namun program pemerintah tersebut belumlah mengacu kearah yang sesuai dengan tingkat kesesuaian lahan, artinya paket teknologi yang terkandung didalam program-program tersebut adalah relatif sama antara satu daerah dengan daerah yang lain, walaupun setiap daerah mungkain saja mempunyai tingkat kesesuaian lahan yang berbeda, ditambah lagi dengan tingkat implementasi di lapangan yaitu setiap petani dalam memberikan sejumlah faktor produksi pada lahannya dengan dosis serta alokasi yang cenderung berlaku sama terlepas dari kelas kesesuaian lahannya sama atau berbeda, padahal jumlah yang seharusnya diberikan untuk setiap kelas kesesuain lahan dan bagaimana alokasinya untuk mencapai tingkat kombinasi yang optimal akan sangat tergantung kepada kelas kesesuaian lahannya. pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan atas dasar kepada kenyataan bahwa alokasi faktor-faktor produksi pada usahatanijagung yang dilakukan petani cenderung sama walaupun lokasi usahatani yang mereka kelola terdapat pada kelas kesesuaian lahan yang berbeda-beda. metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, baik dalam pengumpulan data kualitas dan karakteristik lahan yang digunakan untuk: mengevaluasi kelas kesesuaian lahan maupun dalam pengambilan data produksi, penggunaan faktor-faktor produksi beserta harga-harganya. tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan untuk tanaman jagung dan efesiensi penggunaan faktor-faktor produksi serta luas lahan optimal untuk usahatani jagung pada masing-masing kelas kesesuaian lahan. hasil penelitian memperlihatkan bahwa dari 23 211 ha areal yang diteliti, ternyata 22 639 (97.5%), kelas kesesuaian lahannya adalah s, (kurang sesuai), sedangkan sisanya seluas 572 ha (2,5%) termasuk kedalam kelas ni (tidak sesuai untuk saat ini). dimasa mendatang bila ada perbaikan teknologi khususnya pengapuran dan pemupukan, maka areal spl 1 sampai dengan spl 8 dan spl 10 sampai dengan spl16 kelas kesesuaian lahannya dapat ditingkatkan dari kurang sesuai (sa) menjadi sesuai (s»), tetapi sebaliknya areal yang termasuk kedalam spl 9 kesesuaian lahannya tidak dapat ditingkatkan lagi karena dibatasi oleh faktor pembatas tekstur. berdasarkan model fungsi produksi jagung yang digunakan yaitu model fungsi produksi cobb douglass. berdasarkan basil penelitian ini fungsi produksi cobb douglass yang diperoleh adalah: y=0,3253,7,3'x,23,013x,,e faktor-faktor produksi yang dimaksukkan kedalam model yaitu luas lahan (x), jumlah benih (x), jumlah urea (x), jumlah sp-¢ (x2), jumlah kci (x9), dan jumlah tenaga kerja (ks). secara serempak factor-faktor produksi tersebut sangat nyata pengruhnya terhadap tingkat produksi jagung, ini terlihat dari nilai f hitung dan r yang sangat tinggi. namun sebaliknya bila dilihat secara parsial pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap tingkat produksi jagung, yaitu variabel luas lahan, jumlah benih dan jumlah area yang pengaruhnya signifikan terhadap peningkatan produksi, sedangkan variabel sp53«, kci dan tenaga kerja mempunyai pengaruh yang tidak signifikan. secara parsial semua tingkat penggunaan faktor produksi berada pada daerah yang rasional (daerah ii), yaitu daerah dimana terjadinya kenaikan output
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN DAN PENENTUAN LUAS LAHAN OPTIMAL PADA USAHATANI JAGUNG KECAMATAN KUTA MAKMUR KABUPATEN ACEH UTARA. Banda Aceh prog. studi magister pertanian,2004
Baca Juga : EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN TANAMAN MANGGA (MANGIFERA INDICA L.) DAN RAMBUTAN (NEPHELIUM LAPPACEUN LINN.) DI KECAMATAN DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR (Agus Ramadhan , 2016)
Abstract
Baca Juga : KAJIAN STATUS PENGUASAAN LAHAN TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI PADI DI KECAMATAN SUKA MAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR (Khairaty Caesera, 2020)