Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Ahmad Rizal, DEVELOPING SPEAKING IN CLASSROOM INTERACTION THROUGH QUESTIONING (AN ACTION RESEARCH AT SMP NEGERI 17 BANDA ACEH). Banda Aceh Prog.Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris,2010

Kata kunci : pengembangan, berbicara, interaksi kelas, pertanyaan. siswa kelas tiga smp negeri 17, banda aceh secara umum nampaknya belum diarahkan pada percakapan interaktif di kelas sebelum, selama, dan setelah proses belajar mengajar. hal ini dirasakan bahwa ada sesuatu yang membuat para siswa tidak melakukan percakapan dalam interaksi kelas, seperti kemampuan siswa untuk merumuskan clan menganggapi pertanyaan secara suka rela. sebagaimana yang diharapkan dalam kurilrulum sekolah bahwa siswa kelas tiga spm seharusnya sud.ah mampu melaksanakan percakapan dalam konteks kehidupan nyata, tetapi pada kenyataannya, mereka tidak tahu cara memulai percakapan untuk tujuan interaksi di dalam kelas bahasa. jika questioning dipakai pada percakapan dalam interaksi kelas sebagai ukuran partisipasi siswa setelah mereka ajarkan cara merumuskan dan menanggapi pertanyaan, maka kemampuan percakapan interaktif mereka akan meningkat. tujuan dari studi saat ini adalah untuk meneliti apakah questioning yang digunakan di dalam pengajaran percakapan dalam interaksi kelas dapat meningkatkan percakapan siswa kelas tiga. studi ini adalah penelitian tindakan kelas (ptk) dengan sebuah rancangan koloboratif. prosedur penelitian terdiri dari lima langkah pokok, yaitu, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi, dan evaluasi terhadap proses belajar mengajar. penelitian ini menguraikan interaksi kelas dalam pengajaran percakapan yang berfokus pada penggunaan questioning dalam proses pengajaran. data diperoleh dari 35 orang sisw~ yang berpartisipasi dalamn lima kegiatan interaksi. prosedur aplikasi questioning dalam percakapan interaksi kelas adalah sebagai berikut. (1) mengaktifkan kerja siswa secara berpasangan. (2) menyediakan bahan ajar. hal ini mencakup pemilihan bahan untuk tujuan diskusi. (3) memberikan instruksi yang lebih jelas dan pengaturan waktu yang proporsional, khususnya waktu bagi siswa untuk berdiskusi secara berpasangan. (4) melaksanakan tindakan dimana guru mendorong siswa untuk menggunakan bahasa inggris, khususnya selama kegiatan interaksi sebab hal ini dapat membantu siswa untuk merasakan keberhasilan dikarenakan kerelaan mereka untuk tetap melaksanakan tekhnik questioning untuk tujuan interaksi. temuan-temuan . penelitian membuktikan bahwa tekhnik questioning dapat meningkatkan percakapan interaksi kelas siswa. melalui penerapan tekhnik tersebut, perbaikan kegiatan siswa di kelas berubah secara berangsur-angsur. hal ini dapat dilihat di dalam setiap siklus. kebanyakan siswa berpartisipasi secara aktif dalam proses belajar mengajar ketika peneliti mengajarkan penggunaan tekhnik questioning. berdasarkan analisa data di siklus satu, beberapa aspek masih jauh dari criteria yang ditetapkan. selama kegiatan interaksi, persentase keterlibatan siswa alam percakapan interaksi kelas akan diuraikan sebagdi berikut : (1) interaksi antara guru dan siswa di akhir pertemuan siklus 2 mencapai 80 %. artinya 28 dari 35 siswa ikut terlibat. (2) interaksi antara siswa dan guru mencapai 77.14% di akhir pertemuan siklus 2. artinya 27 dari 35 siswa berpartisipasi. (3) interaksi berpasangan di akhir pertemuan siklus 2 mencapai 88.57 %. artinya 31 dari 35 siswa ikut terlibat. (4) interaksi berkelompok kecil mencapai 80% di akhir pertemuan siklus 2. artinya 28 dari 35 siswa ikut terlibat. (5) interaksi keseluruhan kelas mencapai 77.14% di akhir pertemuan siklus 2. artinya 27 dari 35 siswa ikut terlibat. nilai rata-rata prestasi siswa dikeseluruhan pelaksanaan siklus meningkat. hal ini dapat dilihat sebagai berikut: (1) nilai pra tes adalah 53.71, (2) nilai tes akhir siklus 1 adalah 9.57, dan (3) nilai tes akhir siklus 2 adalah 66.00. saran dalam penelitian ini yaitu guru bahasa inggris seharusnya melatih percakapan siswa mereka secara intensif dengan mengaktifkan pembelajaran melalui interaksi sesama siswa dengan menggunakan tekhnik bertanya agar berinisiatif dalam interaksi percakapan di interaksi kelas, khususnya dalam mengajar tingkatan dasar.



Abstract



    SERVICES DESK