Perancangan convention centre di banda aceh ini dilatarbelakangi oleh tingginya kebutuhan akan fasilitas yang mampu menampung kegiatan mice (meeting, incentive, convention, exhibition) dengan standar nasional dan internasional. sebagai kota yang berkembang pesat di wilayah barat indonesia, banda aceh membutuhkan bangunan publik yang tidak hanya berfungsi optimal, tetapi juga berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. pendekatan arsitektur hijau diterapkan sebagai solusi desain untuk mengurangi dampak ekologis, meningkatkan efisiensi energi, dan menciptakan kenyamanan termal bagi pengguna. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis yang meliputi studi literatur, observasi tapak, analisis kontekstual, dan penyusunan program ruang. hasil perancangan menghasilkan zoning yang terstruktur, orientasi bangunan yang mempertimbangkan iklim tropis, serta penggunaan sistem struktur bentang lebar dan sistem utilitas hemat energi. dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip arsitektur hijau, bangunan ini diharapkan dapat menjadi ikon baru di banda aceh dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta keberlanjutan kota. kata kunci: arsitektur hijau, convention centre, banda aceh, mice, perancangan berkelanjutan
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERANCANGAN CONVENTION CENTRE DI BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik,2025
Baca Juga : BANDA ACEH CONVENTION CENTER (Rini Andika, 2014)
Abstract
The design of the Convention Centre in Banda Aceh is driven by the growing demand for facilities that can accommodate MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) activities at both local and international levels. As a developing urban center in western Indonesia, Banda Aceh requires a representative, functional, and sustainable convention facility. A green architecture approach is applied throughout the design process to address issues of energy efficiency, thermal comfort, and environmental integration. The design methodology includes literature review, site observation, contextual analysis, and spatial programming based on user needs. The design outcomes include spatial zoning, dynamic mass composition, and the application of structural and utility systems that support sustainability. With a design responsive to the local climate and cultural context, this Convention Centre is expected to become a new architectural landmark in Banda Aceh and contribute to regional tourism and economic growth. Keywords: Convention Centre, Banda Aceh, green architecture, MICE, sustainable design
Baca Juga : PERANCANGAN ACEH CONVENTION AND EXHIBITION CENTRE (Rizka Rahma Vytra Mulisa, 2020)