Budaya sumang merupakan salah satu norma adat masyarakat gayo yang kini mulai tergerus, terutama di kalangan generasi muda. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap generasi x, y, dan z terhadap budaya sumang di kabupaten aceh tengah. penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 342 responden. teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggabungkan multistage random sampling dan proportional stratified random sampling. instrumen penelitian berupa skala sikap yang disusun berdasarkan teori sikap zimbardo dan leippe (1991), dikombinasikan dengan jenis-jenis budaya sumang yang dikemukakan oleh sudirman dkk. (2019). analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji chi-square. hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa generasi y memiliki sikap positif tertinggi terhadap budaya sumang (80,2%), disusul oleh generasi x (71,4%), yang mengindikasikan bahwa mayoritas dari kedua generasi ini masih memegang dan menerapkan nilai-nilai budaya sumang. sementara itu, generasi z menunjukkan sikap negatif tertinggi (56,3%), yang mencerminkan bahwa mayoritas dari generasi ini mulai meninggalkan serta tidak lagi menerapkan budaya sumang. hasil uji chi-square menunjukkan bahwa pembelajaran dan pengetahuan mengenai budaya sumang tidak menunjukkan perbedaan proporsional terhadap sikap generasi x, y, dan z (p < 0,05).
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
SIKAP GENERASI X, Y, DAN Z TERHADAP BUDAYA SUMANG DI KABUPATEN ACEH TENGAH. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2025
Baca Juga : BUDAYA TUTUR PADA MASYARAKAT SUKU GAYO SEBAGAI IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KARAKTER DI KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH (Aula Ruhnayanti, 2024)
Abstract
Sumang culture is one of the traditional norms of the Gayo community that is now beginning to erode, especially among the younger generation. This study aims to determine the attitudes of generations X, Y, and Z toward sumang culture in Central Aceh Regency. This study uses a descriptive quantitative method with a sample size of 342 respondents. The sampling technique combines multistage random sampling and proportional stratified random sampling. The research instrument consists of an attitude scale based on Zimbardo and Leippe's (1991) attitude theory, combined with the types of Sumang culture outlined by Sudirman et al. (2019). Data analysis was conducted using descriptive statistics and chi-square tests. Descriptive analysis results showed that Generation Y had the highest positive attitude toward sumang culture (80.2%), followed by Generation X (71.4%), indicating that the majority of these two generations still uphold and apply the values of sumang culture. Meanwhile, Generation Z showed the highest negative attitude (56.3%), reflecting that the majority of this generation has begun to abandon and no longer apply sumang culture. The results of the chi-square test showed that learning and knowledge about sumang culture did not show proportional differences in the attitudes of Generations X, Y, and Z (p < 0.05).
Baca Juga : PERGESERAN PROSESI BUDAYA TURUNMANI DALAM MASYARAKAT SUKU GAYO DI DESA TANSARIL KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH (Sri Marlia Sari, 2017)