Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
NURUL AISYAH TAMPUBOLON, POTENSI EKSTRAK AIR DAUN KIRINYU (CHROMOLAENA ODORATA L.) SEBAGAI LARUTAN PENCUCI LUKA GORES YANG TERINFEKSI STAPHYLOCOCCUS AUREUS TERHADAP PERADANGAN DAN EPITELISASI KULIT MENCIT (MUS MUSCULUS L.). Banda Aceh Fakultas MIPA (S1),2025

Proses penyembuhan luka gores dapat lebih terhambat apabila terinfeksi. larutan pencuci luka nacl 0,9% tidak berkhasiat antibakteri dan tidak selalu tersedia secara bebas. oleh karena itu perlu dicari larutan pencuci luka alternatif yang berkhasiat sebagai antibakteri dan mudah ditemukan di lingkungan. daun kirinyu (chromolaena odorata l.) diketahui memiliki sifat antibakteri, antiinflamasi dan antioksidan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak air daun kirinyu sebagai larutan pencuci luka gores kulit mencit (mus musculus l.) yang terinfeksi staphylococcus aureus. metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (ral). hewan uji sebanyak 36 ekor dibagi menjadi empat perlakuan dan masing-masing perlakuan terdapat sembilan ulangan. luka gores mencit dibuat pada area dorsal dan dikontaminasi bakteri s. aureus. kelompok perlakuan meliputi k0h3 (larutan nacl 0,9% steril hari ke-3), k0h5 (larutan nacl 0,9% steril hari ke-5), kph3 (ekstrak air daun kirinyu 7,5% hari ke-3) dan kph5 (ekstrak air daun kirinyu 7,5% hari ke-5). data penelitian berupa infiltrasi sel radang dan ketebalan epitel epidermis kulit dianalisis menggunakan anova (p



Abstract

The healing process of a abrasion wounds can be further hampered if it becomes infected. NaCl 0.9% wound washing solution is not antibacterial and is not always available over the counter. Therefore, it is necessary to find an alternative wound washing solution that has antibacterial properties and is easily found in the environment. Kirinyu leaves (Chromolaena odorata L.) are known to have antibacterial, anti-inflammatory and antioxidant properties. This study aims to determine the potential of kirinyu leaf water extract as a solution for washing skin abrasion wounds of mice (Mus musculus L.) infected with Staphylococcus aureus. The method used is an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD). The 36 test animals were divided into four treatments and each treatment had nine replications. The mouse abrasion wounds were made on the dorsal area and contaminated with S. aureus bacteria. The treatment groups included K0H3 (sterile 0.9% NaCl solution on day 3), K0H5 (sterile 0.9% NaCl solution on day 5), KPH3 (7.5% kirinyu leaf water extract on day 3) and KPH5 (7.5% kirinyu leaf water extract on day 5). The research data in the form of inflammatory cell infiltration and thickness of the skin epidermal epithelium were analyzed using ANOVA (p



    SERVICES DESK