Abstrak phya forenja (2025). pelaksanaan pendekatan culturally responsive teaching (crt) dalam pembelajaran bahasa indonesia di smp negeri 5 seunagan. tesis. universitas syiah kuala. di bawah bimbingan dr. drs. denni iskandar. m.pd., dan dr. ramli, m.pd. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pendekatan crt dalam pembelajaran bahasa indonesia di smp negeri 5 seunagan. metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. sumber data dalam penelitian ini adalah dokumen modul ajar guru, guru bahasa indonesia, dan siswa smp negeri 5 seunagan. data dalam penelitian ini adalah hasil perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pendekatan crt dalam proses pembelajaran bahasa indonesia di smp negeri 5 seunagan. hasil penelitian ini, pertama, perencanaan pembelajaran berbasis crt yang dilakukan guru sudah sangat baik. hal ini terlihat dalam penyusunan modul ajar yang secara sistematis mengintegrasikan elemen budaya lokal ke dalam pembelajaran. guru juga mempertimbangkan latar belakang budaya siswa dalam menyusun materi, strategi, dan pendekatan pembelajaran. namun, masih terdapat kekurangan pada perencanaan remedial berbasis budaya, agar dapat mengakomodasi seluruh kebutuhan belajar siswa. kedua, proses pelaksanaan pembelajaran berbasis crt berjalan dengan sangat baik. guru mampu menciptakan suasana kelas yang inklusif dengan memberikan kesempatan bagi siswa untuk berbagi pengalaman budaya mereka. penggunaan media pembelajaran yang relevan dengan budaya siswa, seperti gambar dan video tentang budaya lokal, meningkatkan keterlibatan siswa, tetapi masih terdapat kekurangan pada penyimpangan dari alur yang telah dirancang dalam modul ajar, meskipun hal ini tidak terlalu berdampak pada tujuan pembelajaran. ketiga, evaluasi pembelajaran berbasis crt telah dilakukan dengan baik, terutama dalam penggunaan metode evaluasi berbasis proyek yang memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka. guru juga berupaya meminimalkan bias dalam penilaian dan memberikan umpan balik yang mempertimbangkan konteks budaya siswa. namun, keterlibatan siswa dalam menentukan kriteria keberhasilan evaluasi masih perlu ditingkatkan, serta diperlukan variasi metode evaluasi untuk mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa kata kunci: culturally responsive teaching, pembelajaran bahasa indonesia, strategi pembelajaran.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PELAKSANAAN PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING (CRT) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP NEGERI 5 SEUNAGAN. Banda Aceh Fakultas KIP Bahasa dan Sastra Indonesia,2025
Baca Juga : PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING DI SMA (Alfiya Nurfaizah, 2025)
Abstract
ABSTRACT Phya Forenja (2025). The Implementation of the Culturally Responsive Teaching (CRT) Approach in Indonesian Language Learning at SMP Negeri 5 Seunagan. Thesis. Universitas Syiah Kuala. Supervised by Dr. Drs. Denni Iskandar, M.Pd., and Dr. Ramli, M.Pd. This study aims to describe the planning, implementation, and evaluation of the CRT approach in Indonesian language learning at SMP Negeri 5 Seunagan. The research method used is qualitative descriptive, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The data sources in this study consist of teacher's teaching modules, Indonesian language teachers, and students of SMP Negeri 5 Seunagan. The data in this study consists of the results of the implementation of the CRT approach in the Indonesian language learning process at SMP Negeri 5 Seunagan. The findings of this study are as follows. First, the planning of CRT-based learning conducted by teachers is highly effective. This is evident in the systematic development of teaching modules that integrate local cultural elements into the learning process. Teachers also consider students' cultural backgrounds when designing materials, strategies, and teaching approaches. However, there is still a shortcoming in culturally-based remedial planning to accommodate all students' learning needs. Second, the implementation of CRT-based learning has been carried out very well. Teachers successfully create an inclusive classroom environment by allowing students to share their cultural experiences. The use of learning media relevant to students' cultures, such as images and videos about local culture, enhances student engagement. However, there are occasional deviations from the structured lesson plan outlined in the teaching modules, although this does not significantly impact learning objectives. Third, the evaluation of CRT-based learning has been conducted effectively, particularly through the use of project-based assessment methods that allow students the freedom to express their creativity. Teachers also strive to minimize bias in assessments and provide feedback that takes students' cultural contexts into account. However, student involvement in determining evaluation success criteria still needs improvement, and more diverse evaluation methods are required to accommodate different learning styles. Keywords: Culturally Responsive Teaching, Indonesian Language Learning, Learning strategies.
Baca Juga : PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA KELAS IV SD DI KOTA LANGSA (EMA JULIANDA, 2016)