Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
ANNISA, HUBUNGAN PEMAAFAN DENGAN RESILIENSI PADA REMAJA PENYINTAS PERCERAIAN ORANG TUA. Banda Aceh Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Unsyiah,

Perceraian merupakan solusi bagi konflik yang dialami pasangan suami istri tetapi berdampak negatif bagi remaja. bagi remaja, perceraian orang tua merupakan peristiwa kehidupan yang paling menimbulkan stres dikaitkan dengan masalah emosional dan masalah perilaku jangka panjang. akibat dari perceraian orang tua, remaja merasa tertekan dan kesulitan menghadapi tantangan hidup hingga dewasa. resiliensi menjadi kunci untuk mengatasi dampak negatif yang ditimbulkan dari perceraian orang tua sehingga resiliensi membantu remaja agar beradaptasi dan bangkit kembali. pemaafan berpengaruh positif terhadap resiliensi. pemaafan membuat individu siap secara fisik dan psikologis dalam menghadapi tantangan di masa depan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemaafan dengan resiliensi pada remaja penyintas perceraian orang tua. sebanyak 104 remaja penyintas perceraian orang tua di aceh dipilih menggunakan teknik quota sampling dan berpartisipasi dalam pengisian instrumen brief resilience scale (brs) dan transgression-related interpersonal motivations (trim-18). analisis data menunjukkan nilai signifikansi (p) =



Abstract

Divorce is a solution to the conflicts experienced by married couples but has a negative impact on adolescents. For adolescents, parental divorce is one of the most stressful life events associated with emotional problems and long-term behavioural problems. As a result of their parents' divorce, adolescents feel depressed and have difficulty facing the challenges of life into adulthood. Resilience is the key to overcoming the negative impacts of parental divorce, helping adolescents overcome the negative impacts in order to adapt and bounce back. Forgiveness has a positive influence on resilience. Forgiveness makes individuals more physically and psychologically prepared to face future challenges. This research aims to determine the relationship between forgiveness and resilience in adolescent survivors of parental divorce in Aceh. A total of 104 adolescent survivors of parental divorce in Aceh were selected using this technique quota sampling and participated in completing the Brief Resilience Scale (BRS) and Transgression-Related Interpersonal Motivations (TRIM-18). The data analysis shows a significance value (p) =



    SERVICES DESK