Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Tazkiatun Nufus, PENGARUH PENGGUNAAN BUMBU INSTAN ASAM SUNTI TERHADAP CITA RASA NASI GORENG. Banda Aceh Fakultas KIP PKK,2025

Asam sunti merupakan salah satu bumbu dapur khas aceh yang terbuat dari belimbing wuluh (averrhoa bilimbi l.) yang dikeringkan. nasi goreng merupakan makanan khas indonesia yang diadaptasi dari gaya masakan china. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik organoleptik, resep standar, daya terima konsumen, dan daya simpan terhadap bumbu instan nasi goreng asam sunti. pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. teknik pengumpulan data yaitu uji pengamatan (sensory evaluation) yang dilakukan oleh 5 panelis ahli terdiri dari dosen tata boga pkk fkip usk. uji penerimaan (acceptability test) dilakukan oleh 30 panelis konsumen umum. berdasarkan hasil penelitian, karakteristik organoleptik nasi goreng bumbu instan dengan penambahan asam sunti menyatakan bahwa pengamatan narasumber terhadap karakteristik warna, aroma, tekstur, dan juga rasa terdapat pada perlakuan ketiga (ba3) dengan perolehan nilai tertinggi pada warna (6,6), aroma (6,8), tekstur (6,5), dan rasa (6,8). berdasarkan hasil dari uji penerimaan karakteristik organoleptik nasi goreng bumbu instan dengan penambahan asam sunti oleh konsumen menunjukkan bahwa warna, aroma, tekstur, dan rasa terdapat pada perlakuan ketiga (ba3) dengan perolehan nilai tertinggi pada warna (4,2), aroma (4,44), tekstur (4,51), dan rasa (4,45). pada penelitian ini bumbu instan nasi goreng asam sunti dapat bertahan hingga 33 hari di suhu ruang, dengan kemasan yang sudah di sterilisasi dan kedap udara. hipotesis dalam penelitian ini diterima, karena terdapat pengaruh dari penambahan asam sunti terhadap karakteristik organoleptik dan daya terima konsumen terhadap nasi goreng. narasumber dan konsumen sama-sama menyukai perlakuan ketiga yaitu (ba3), karena memiliki warna sangat coklat moka, aroma yang sangat berempah, rasa sangat gurih, dan tekstur sangat kering. hasil analisis anova menunjukkan bahwa perbedaan tersebut signifikan secara statistik ( < 0,05), sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima.



Abstract

Asam sunti is a traditional Acehnese kitchen spice made from sun-dried bilimbi fruit (Averrhoa bilimbi L.). Fried rice is a popular Indonesian dish adapted from Chinese culinary traditions. This study aims to determine the organoleptic characteristics, standard recipe, consumer acceptance, and shelf life of instant fried rice seasoning made with asam sunti. A quantitative approach using an experimental method was employed. Data collection involved sensory evaluation conducted by five expert panelists from the Culinary Arts Department of PKK FKIP USK and an acceptability test involving 30 general consumer panelists. The results showed that the organoleptic characteristics of the instant fried rice with added asam sunti were most favorable in the third treatment (BA3), which received the highest scores from expert panelists: color (6.6), aroma (6.8), texture (6.5), and taste (6.8). Similarly, consumer acceptability testing also indicated that BA3 received the highest ratings: color (4.2), aroma (4.44), texture (4.51), and taste (4.45). The instant seasoning product with asam sunti was also shown to remain stable for up to 33 days at room temperature when packaged in sterilized, airtight containers. The hypothesis of this study was accepted, as the addition of asam sunti significantly affected the organoleptic characteristics and consumer acceptance of the fried rice. Both expert panelists and consumers preferred the third treatment (BA3) due to its rich mocha brown color, strong spiced aroma, savory taste, and dry texture. ANOVA analysis confirmed that these differences were statistically significant ( < 0.05), thereby supporting the research hypothesis.



    SERVICES DESK