Kerusakan lingkungan, seperti penebangan liar dan perburuan liar, telah menyebabkan kerugian yang signifikan, khususnya bagi masyarakat yang bergantung pada hutan. perempuan, yang memiliki hubungan erat dengan alam melalui kebutuhan seperti air, makanan, dan tempat tinggal, merupakan kelompok yang paling terdampak. dalam konteks ini, ekofeminisme muncul termanifestasi dari efikasi diri. manifestasi ekofeminisme terlihat pada komunitas mpu uteun di damaran baru, kabupaten bener meriah, yang dipimpin oleh perempuan. studi kualitatif ini menggunakan pendekatan fenomenologi, dengan lima responden yang dipilih melalui purposive sampling. temuan penelitian mengungkap tiga tema utama ekodependensi, agensi feminin, dan jaringan dukungan. wawasan ini menyoroti peran perempuan sebagai penjaga hutan dan agen perubahan yang signifikan dalam penggambaran efikasi diri.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
EFIKASI DIRI PELAKU KONSERVASI HUTAN (KAJIAN EKOFEMINISME PADA MPU UTEUN DI BENER MERIAH). Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2025
Baca Juga : KAJIAN KESESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN DENGAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN BENER MERIAH (Sylvia Zahara, 2016)
Abstract
Environmental damage, such as illegal logging and hunting, has caused significant losses, particularly for communities that depend on forests. Women, who have a close relationship with nature through needs such as water, food, and shelter, are among the most affected. In this context, ecofeminism emerges as a manifestation of self-efficacy. This is reflected in the Mpu Uteun community in Damaran Baru, Bener Meriah Regency, led by women. This qualitative study uses a phenomenological approach with five respondents selected through purposive sampling. The findings reveal three main themes: Ecodependence, Women Agency, Support Network, highlighting women as forest guardians and change agents.
Baca Juga : PENGGUNAAN TUMBUHAN UNTUK PERAWATAN PASCA PERSALINAN SERTA UPAYA KONSERVASI DI KABUPATEN BENER MERIAH (Haira Mulyani, 2019)