Indonesia perlu meningkatkan pemberdayaan perempuan dan anak, terutama mengatasi tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga yang banyak menimpa perempuan dan anak. kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi isu yang mengkhawatirkan di banda aceh tahun 2023. data menunjukkan bahwa angka kekerasan dalam rumah tangga (kdrt) masih tinggi, yang sebagian besar korbannya adalah perempuan dan anak. pusat rehabilitasi perempuan dan anak di kota banda aceh merupakan fasilitas rehabilitasi yang dikhususkan bagi korban kekerasan dan ketidak adilan hak dengan berbagai spesifikasi tingkat dan jenis kekerasan yang diterima, baik itu mental atau fisik. pusat rehabilitasi ini berlokasi di alue naga, banda aceh ini akan dilengkapi dengan fasilitas hunian berupa asrama dan fasilitas rehabilitasi medis lainnya yang dapat mendukung proses penyembuhan pasien. pendekatan perancangan melalui penerapan tema neuroarchitecture, dengan mempelajari emosional pasien korban kekerasan saat baru pertama masuk tidak stabil dan mesti diberikan pengaruh psikologi berupa ketenangan, disini para korban dilatih kualitas emosionalnya terutama emosional traumatic. sehingga perancangan akan menerapkan standar-standar bangunan yang sesuai dengan pusat rehabilitasi medik. perilaku dan psikologi pasien pada umumnya berbeda-beda, hal ini membutuhkan proses pembelajaran dan observasi yang lebih lanjut. secara khusus tema ini dapat menciptakan lingkungan binaan yang mudah diakses, nyaman, dan aman bagi pasien, sehingga akan membantu mereka dalam proses penyembuhan yang diterapkan pada pusat rehabilitasi ini. secara umum penerapan tema ini dapat meningkatkan mutu pada pusat rehabilitasi ini.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERANCANGAN PUSAT REHABILITASI PEREMPUAN DAN ANAK DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik Arsitektur,2025
Baca Juga : PERAN KEPEMIMPINAN PEREMPUAN PADA KANTOR DINAS KESEHATAN DAN KANTOR BADAN PEMERDAYAAN PEREMPUAN DDAN PERLINDUNGAN ANAK ACEH DI KOTA BANDA ACEH (MASA PEMERINTAHAN WALIKOTA BANDA ACEH PERIODE 2014-2015) (Zikra Utami, 2016)
Abstract
Indonesia needs to enhance the empowerment of women and children, particularly in addressing the high incidence of domestic violence, which predominantly affects women and children. Violence against women and children has become a concerning issue in Banda Aceh in 2023. Data shows that the rate of domestic violence (KDRT) remains high, with the majority of victims being women and children. The Women and Children Rehabilitation Center in Banda Aceh is a specialized facility for victims of violence and rights injustice, addressing various levels and types of abuse, whether mental or physical. Located in Alue Naga, Banda Aceh, the center will be equipped with residential facilities such as dormitories and other medical rehabilitation amenities to support the healing process of patients. The design approach adopts the concept of Neuroarchitecture, by studying the emotional state of victims, which tends to be unstable upon arrival. Psychological influences such as calmness are crucial at this stage. Victims will be guided to regulate their emotional quality, especially traumatic emotions. Therefore, the design will incorporate building standards aligned with medical rehabilitation centers. Since patient behavior and psychology vary greatly, the process requires further learning and observation. Specifically, this theme aims to create a built environment that is accessible, comfortable, and safe for patients, thereby supporting their healing journey within the rehabilitation center. More broadly, the application of this theme can enhance the overall quality of the rehabilitation center.
Baca Juga : ANALISIS KASUS CAMPAK PADA ANAK BERDASARKAN GAMBARAN KARAKTERISTIK USIA, JENIS KELAMIN DAN RIWAYAT IMUNISASI CAMPAK PENDERITA DI PUSKESMAS KUTARAJA KOTA BANDA ACEH (SEPTIAN YUDHISTIRA SIREGAR, 2021)