Telah dilakukan penelitin mengenai perbandingan hasil tangkapan berdasarkan waktu penangkapan dalam upaya pengelolaan indukan udang windu di perairan kuala langsa. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil tangkapan indukan udang windu (penaeus monodon) berdasarkan waktu penangkapan (pagi dan malam hari) serta pengaruh parameter oseanografi terhadap hasil tangkapan tersebut di perairan kuala langsa. udang windu merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomis tinggi yang populasinya mulai mengalami penurunan akibat eksploitasi yang berlebihan, terutama pada fase indukan. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara kepada delapan orang nelayan yang melakukan penangkapan menggunakan alat tangkap jala jatuh berkapal. pengambilan data dilakukan selama 30 hari dengan pengukuran hasil tangkapan (ekor dan berat), suhu, serta kedalaman perairan. hasil penelitian menunjukkan bahwa penangkapan pada malam hari menghasilkan jumlah tangkapan yang lebih tinggi dibandingkan pagi hari, yaitu sebanyak 356 ekor (42,103 kg) dibandingkan dengan 236 ekor (28,008 kg). hasil analisis statistik menggunakan uji-t menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai p sebesar 0,002039 (
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN BERDASARKAN WAKTU PENANGKAPAN DALAM UPAYA PENGELOLAAN INDUKAN UDANG WINDU DI PERAIRAN KUALA LANGSA.. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan perikanan,2025
Baca Juga : STUDI HASIL TANGKAPAN INDUK UDANG WINDU (PENAEUS MONODON, FABRICIUS 1798) YANG DIDARATKAN DI KUALA BUGAK, ACEH TIMUR. (Fitri Ismawarni Pohan, 2023)
Abstract
A study was conducted on the Comparison of Catch Results Based on Fishing Time in the Effort to Manage Broodstock of Tiger Prawn (Penaeus monodon) in the Waters of Kuala Langsa. This research aimed to determine the differences in broodstock tiger prawn catches based on fishing time (morning and night), as well as to analyze the influence of oceanographic parameters on the catch results in the waters of Kuala Langsa. Tiger prawn is a high-value fishery commodity whose population has been declining due to excessive exploitation, particularly at the broodstock stage. The methods used in this study were observation and interviews with eight fishermen who operated cast nets. Data collection was carried out over a 30-day period, involving the measurement of catch (number and weight), water temperature, and depth. The results showed that night fishing produced a higher catch compared to morning fishing, with 356 individuals (42.103 kg) caught at night and 236 individuals (28.008 kg) in the morning. Statistical analysis using the t-test indicated a significant difference, with a p-value of 0.002039 (
Baca Juga : KAJIAN PROSPEK KOMODITAS INDUK UDANG WINDU PADA KAWASAN PESISIR PERAIRAN PANTAI DI DAERAH KABUPATEN ACEH BESAR (MUHAMMAD YUZAN WARDHANA, 2021)