Kunyit (curcuma longa l.) memiliki potensi sebagai pewarna alternatif dalam pewarnaan jaringan tulang embrio ayam. kurkumin yang terkandung dalam kunyit dapat berinteraksi dengan kalsium pada tulang, menghasilkan warna khas yang dapat digunakan sebagai indikator dalam analisis histologi. penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kunyit sebagai pewarna alami. metode yang digunakan meliputi pembuatan preparat histologi dan pewarnaan menggunakan filtrat kunyit pada sampel tulang embrio ayam berumur 7 hari sebanyak 6 pengulangan. hasil penelitian menunjukkan bahwa kunyit mampu mewarnai jaringan tulang dengan baik, meskipun intensitas dan kontrasnya masih perlu disempurnakan. analisis menggunakan aplikasi imagej menunjukkan bahwa rata-rata intensitas warna preparat adalah 109.903 dengan standar deviasi 104.903, menunjukkan kejelasan dan kekontrasan yang cukup baik. penggunaan kunyit sebagai pewarna alami berpotensi menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan kata kunci: kunyit, pewarna alternatif, tulang embrio ayam, histologi, kurkumin.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGGUNAAN KUNYIT (CURCUMA LONGA L.) SEBAGAI PEWARNAAN ALTERNATIF TERHADAP TULANG EMBRIO AYAM. Banda Aceh Fakultas Kedokteran Hewan,2025
Baca Juga : PENGARUH EKSTRAK KUNYIT KUNING (CURCUMA DOMESTICA VAL.) KONSENTRASI 25% TERHADAP MOTILITAS DAN MORTALITAS CACING ASCARIDIA GALLI SECARA IN VITRO (SUCI FATHURRAHMI, 2019)
Abstract
Turmeric (Curcuma longa L.) had potential as an alternative dye in staining embryonic chicken bone tissue. The curcumin contained in turmeric interacted with calcium in the bone, producing a characteristic color that was used as an indicator in histological analysis. This research aimed to evaluate the effectiveness of turmeric as a natural dye. The methods used included the preparation of histological slides and staining using turmeric filtrate on 7-day-old embryonic chicken bone samples, with six repetitions. The research results showed that turmeric was able to stain bone tissue effectively, although its intensity and contrast still required improvement. Analysis using the ImageJ application indicated that the average color intensity of the slides was 109.903 with a standard deviation of 104.903, demonstrating sufficient clarity and contrast. The use of turmeric as a natural dye had the potential to serve as a more environmentally friendly alternative. Keywords: Turmeric, alternative dye, chicken embryo bone, histology, curcumin.
Baca Juga : ANALISIS PH DAN SUSUT MASAK DAGING AYAM AKIBAT PENGGUNAAN PERSENTASE TEPUNG KUNYIT YANG BERBEDA (SYAHRAS ARDATAMI, 2019)