Ringkasan sapi potong adalah jenis hewan ruminansia besar yang mempunyai potensi tinggi dalam penyediaan daging bagi masyarakat. pemeliharaanya dilakukan dengan cara menggandakan secara terus menerus selama priode tertentu yang bertujuan untuk meningkatkan produksi daging dengan mutu yang lebih baik dan berat yang lebih dari sebelumnya. manajemen menjadi salah satu faktor yang penting dalam peternakan sapi potong. sapi potong produksinya akan optimal bila bakalan pertumbuhannya baik dan pemberian pakan dengan kandungan nutrisi cukup dan jumlah yang memadai. banyak di kalangan masyarakat yang memelihara sapi potong, salah satunya masyarakat di desa lestari kecamatan terangun kabuaten gayo lues, akan tetapi populasi sapi potong di desa lestari belum stabil, untuk mengatasi atau meningkatkan populasi ternak perlu memperhatikan manajemen pemeliharaan sapi potong. penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari sampai dengan bulan februari 2025 di desa lestari dan desa terlis kecamatan terangun kabupaten gayo lues aceh. data yang dianalisis adalah data karakteristik peternak dan data manajemen pemeliharaan ternak sapi potong. data yang diolah mencakup manajemen pemeliharaan seperti pemuliaan dan reproduksi, pakan ternak, tatalaksana pemeliharaan, kesehatan ternak serta kandang dan perlengkapan. data yang diperoleh di analisis menggunakan analisis deskriptif dengan menghitung rata-rata dari hasil penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa manajemen pemeliharaan sapi potong di desa lestari dan desa terlis kecamatan terangun kabupaten gayo lues rata-rata yang di peroleh untuk hasil survey manajemen pemeliharaan di desa lestari menunjukkan rata-rata sebesar 23,24 sedangkan untuk hasil survey manajemen pemeliharaan di desa terlis menunjukkan rata-rata sebesar 20,00. berdasarkan hasil uji independent sample t-test menunjukkan hasil signifikansi (2- tailed) sebesar 0,546 > 0,05 maka h0 diterima dan h1 ditolak. maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara manajemen pemeliharaan sapi potong di desa lestari dan desa terlis.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PERBANDINGAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN SAPI POTONG DI KECAMATAN TERANGUN KABUPATEN GAYO LUES: STUDI KASUS PADA DESA LESTARI DAN DESA TERLIS. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2025
Baca Juga : KAJIAN ASPEK POLA PEMELIHARAAN SAPI POTONG DI KECAMATAN BLANGKEJEREN KABUPATEN GAYO LUES (Riduan Pal, 2025)
Abstract
SUMMARY Beef cattle are a type of large ruminant animal that has high potential in providing meat for the community. Its maintenance is carried out by continuously multiplying it for a certain period which aims to increase meat production with better quality and more weight than before. Management is one of the important factors in beef cattle farming. Beef cattle production will be optimal if the growth is good and the provision of feed with sufficient nutritional content and adequate quantities. Many people raise beef cattle, one of which is the community in Lestari Village, Terangun District, Gayo Lues Regency, however, the beef cattle population in Lestari Village is not yet stable, to overcome or increase the livestock population, it is necessary to pay attention to beef cattle maintenance management. This research was conducted from January to February 2025 in Lestari Village and Terlis Village, Terangun District, Gayo Lues Regency, Aceh. The data analyzed were data on the characteristics of farmers and data on beef cattle maintenance management. The processed data includes maintenance management such as breeding and reproduction, animal feed, maintenance management, livestock health and cages and equipment. The data obtained were analyzed using descriptive analysis by calculating the average. The results of the research that has been carried out show that the management of beef cattle maintenance in Lestari Village and Terlis Village, Terangun District, Gayo Lues Regency, the average obtained for the results of the maintenance management survey in Lestari Village showed an average of 23.24 while the results of the maintenance management survey in Terlis Village showed an average of 20.00. Based on the results of the Independent Sample T-test, the significance results (2-tailed) were 0.546> 0.05, then H0 was accepted and H1 was rejected. So it can be concluded that there is no significant difference between the management of beef cattle maintenance in Lestari Village and Terlis Village..
Baca Juga : PERBANDINGAN PENDAPATAN ANTARA PETANI NILAM DENGAN PETANI SEREH WANGI DI KECAMATAN TERANGUN KABUPATEN GAYO LUES (Sulkani, 2015)