Cabai rawit (capsicum frutescens l.) merupakan komoditas hortikultura yang diminati di indonesia, sehingga produksinya harus terus ditingkatkan. namun ketersediaan benih bermutu seperti benih hasil hibridisasi sering kali terkendala oleh masa simpan yang terlalu lama hingga menyebabkan kadaluarsa. benih kadaluarsa mengalami penurunan viabilitas dan vigor, tetapi masih dapat dimanfaatkan dengan dilakukan teknik invigorasi seperti priming. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh genotipe, priming, serta interaksi keduanya terhadap viabilitas dan vigor benih cabai rawit kadaluarsa hasil hibridisasi. penelitian telah dilaksanakan di laboratorium teknologi benih fakultas pertanian universitas syiah kuala, darussalam-banda aceh pada bulan juli-september 2024. penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (rak) pola faktorial 5x3 dengan 3 ulangan, terdiri atas 15 kombinasi perlakuan dan 45 satuan percobaan. faktor pertama adalah perlakuan genotipe benih cabai hasil hibridisasi yang telah kadaluarsa yang terdiri dari 5 taraf yaitu f7 285290-123-6-15-4-b, f7 285290-50-8-1-1-b, f8 321290-252-10-8-5-4-b, f7 282290-290-9-2-4-b, dan f7 285290-9-2-1-2-b. faktor kedua adalah perlakuan priming yang terdiri dari 3 taraf yaitu air kelapa muda, kno3 dan peg 6000. hasil penelitian ini adalah faktor genotipe dan faktor priming berpengaruh sangat nyata terhadap potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh, dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai 50% kecambah total relatif. kombinasi lebih baik didapatkan pada genotipe f7 285290-123-6-15-4-b dengan perlakuan priming kno₃. kata kunci: cabai rawit, genotipe, hibridisasi, kadaluarsa, viabilitas dan vigor
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH GENOTIPE DAN PRIMING TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) KADALUARSA HASIL HIBRIDISASI. Banda Aceh Fakultas Pertanian Agroteknologi,2025
Baca Juga : PENINGKATAN VIABILITAS DAN VIGOR BENIH DARI DUA VARIETAS SEMANGKA (CITRULLUS VULGARIS SCHARD.) KADALUARSA DENGAN BERBAGAI BAHAN PRIMING (Yusrita, 2024)
Abstract
Cayenne pepper (Capsicum frutescens L.) is a desirable horticultural commodity in Indonesia, so its production must continue to be increased. However, the availability of quality seeds such as hybridized seeds is often constrained by a shelf life that is too long to cause expiration. Expired seeds have decreased viability and vigor, but can still be utilized by invigoration techniques such as priming. The purpose of this study was to determine the effect of genotype, priming, and their interaction on the viability and vigor of hybridized expired cayenne pepper seeds. The research was conducted at the Seed Technology Laboratory of the Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam-Banda Aceh in July-September 2024. This study used a 5x3 factorial pattern Randomized Group Design (RAK) with 3 replications, consisting of 15 treatment combinations and 45 experimental units. The first factor was the treatment of expired hybridized chili seed genotypes consisting of 5 levels, namely F7 285290-123-6-15-4-B, F7 285290-50-8-1-1-B, F8 321290-252-10-8-5-4-B, F7 282290-290-9-2-4-B, and F7 285290-9-2-1-2-B. The second factor was priming treatment consisting of 3 levels, namely young coconut water, KNO3 and PEG 6000. The results of this study were that the genotype factor and priming factor had a very significant effect on maximum growth potential, germination, vigor index, uniformity of growth, and the time required to reach 50% relative total germination. The better combination was obtained in F7 genotype 285290-123-6-15-4-B with KNO₃ priming treatment. Keywords: Cayenne pepper, Genotypes, Hybridization, Expiration, Viability and Vigor
Baca Juga : UJI VIABILITAS DAN VIGOR BENIH PADA BEBERAPA VARIETAS CABAI HIAS (CAPSICUM ANNUUM L.) (MUNA RIFQA KUMALA, 2024)