Abstrak pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (umkm) oleh pemerintah kota banda aceh penting untuk dilaksanakan mengingat umkm memiliki potensi meningkatkan ekonomi daerah dalam mensejahterakan masyarakat. namun pemberdayaan yang dilakukan belum optimal. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemerintah kota banda aceh dalam menerapkan adaptive governance dalam pemberdayaan umkm dan mengetahui indikator adaptive governance yang diterapkan oleh pemerintah kota banda aceh. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tiga indikator teori adaptive governance oleh hulbert yaitu: 1. kolaborasi, 2. fleksibel, 3. learning. teknik analisis data melalui tiga tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, dan representasi data. hasil penelitian ini pemerintah kota banda aceh dalam melakukan pemberdayaan umkm belum optimal dan belum sesuai dengan teori adaptive governance. pemberdayaan yang dilakukan belum tepat sasaran karena hanya berdasarkan kebutuhan program pemerintah tanpa mempertimbangakan kebutuhan dan sumber daya masyarakat. pemerintah masih terkendala terkait anggaran yang tidak mencukupi sehingga program pembedayaan tidak dijalankan, inisiatif pemerintah yang kurang, kurangnya database masyarakat serta tidak adanya monitoring dan evaluasi terhadap pemberdayaan yang dilakukan. penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah untuk mengadopsi dan melaksanakan tata kelola sesuai adaptive governance agar pemberdayaan yang dilakukan secara optimal dan tidak lagi ada yang tidak tepat sasaran dengan menggunakan database masyarakat dan melibatkan pihak-pihak lain yang terkait. kata kunci : adaptive governance, pemberdayaan umkm, kota banda aceh
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ADAPTIVE GOVERNANCE DALAM PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH OLEH PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala,2025
Baca Juga : PENGARUH BELANJA MODAL PEMERINTAH DAERAH DAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI ACEH (Sintia Erfita, 2024)
Abstract
ABSTRACT Empowerment of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) by the Banda Aceh City Government is important to implement considering that MSMEs have the potential to increase the regional economy in improving community welfare. However, the empowerment carried out has not been optimal. The purpose of this study was to determine the Banda Aceh city government in implementing Adaptive Governance in empowering MSMEs and to determine the indicators of Adaptive Governance applied by the Banda Aceh city government. This study uses a qualitative method with three indicators of the Adaptive Governance theory by Hulbert, namely: 1. collaboration, 2. Fleksibelity, 3. Learning. Data analysis techniques through three stages, namely data collection, data reduction, and data representation. The results of this study are that the Banda Aceh city government in empowering MSMEs has not been optimal and is not in accordance with the theory of Adaptive Governance. The empowerment carried out has not been right on target because it is only based on the needs of government programs without considering the needs and resources of the community. The government is still constrained by insufficient budget so that empowerment programs are not implemented, lack of government initiatives, lack of community databases and no monitoring and evaluation of the empowerment carried out. This study is expected to be a reference for the government to adopt and implement governance according to Adaptive Governance so that empowerment is carried out optimally and there is no longer any that is not on target by using community databases and involving other related parties. Keywords: Adaptive Governance, Empowerment of MSMEs, Banda Aceh City
Baca Juga : PENGARUH PEMADAMAN LISTRIK TERHADAP KESEJAHTERAAN PENGUSAHA MIKRO DI KOTA BANDA ACEH (Riji Raja Inal, 2018)