Latar belakang: penyakit tidak menular (ptm) semakin mendominasi masalah kesehatan di indonesia, dengan hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung, dan stroke sebagai beberapa penyebab utama. program posbindu ptm (pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular) adalah salah satu inisiatif yang dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan ptm, melalui deteksi dini dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya gaya hidup sehat. kader kesehatan berperan penting dalam pelaksanaan program ini, meskipun mereka menghadapi berbagai tantangan. tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman dan peran kader kesehatan dalam pelaksanaan program posbindu ptm di indonesia, serta untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi kader dalam mengedukasi masyarakat. metode: penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap 12 kader yang aktif dalam program posbindu di puskesmas ulee kareng, banda aceh. hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan dalam program ini memberikan dampak positif baik pada kehidupan pribadi dan profesional kader. para kader tidak hanya merasa lebih peduli terhadap kesehatan mereka sendiri, tetapi juga memperoleh keterampilan dalam pengukuran kesehatan dan konseling. namun, tantangan seperti keterbatasan fasilitas, waktu, dan kurangnya dukungan serta insentif masih menjadi hambatan yang signifikan. oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan peningkatan pelatihan untuk kader dan fasilitas yang lebih baik untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program posbindu ptm. kesimpulan: peningkatan pelatihan, fasilitas, dan insentif yang lebih memadai untuk kader dapat meningkatkan efektivitas program pencegahan ptm dan memperluas dampaknya terhadap masyarakat. kata kunci: posbindu ptm, penyakit tidak menular, kader kesehatan daftar pustaka: 2 buku + 21 jurnal penelitian (2019-2025)
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PENGALAMAN DAN PERAN KADER KESEHATAN DI INDONESIA DALAM PELAKSANAAN PROGRAM POSBINDU PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM). Banda Aceh FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITA SYIAH KUALA,2025
Baca Juga : EFEKTIVITAS PROGRAM POSBINDU PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT KARDIOVASKULAR DI KABUPATEN ACEH BESAR (Ida Mulyani, 2024)
Abstract
Background: Non-communicable diseases (NCDs) are increasingly dominating health issues in Indonesia, with hypertension, diabetes mellitus, heart disease, and stroke being some of the main causes. The Posbindu PTM (Integrated Non Communicable Disease Empowerment Post) program is one of the initiatives aimed at preventing and controlling NCDs through early detection and educating the public about the importance of a healthy lifestyle. Health cadres play a crucial role in the implementation of this program, although they face various challenges. Objective: This study aims to explore the experiences and roles of health cadres in the implementation of the Posbindu PTM program in Indonesia, as well as to identify the challenges faced by cadres in educating the community. Methods: This research uses a qualitative approach with in-depth interviews of 12 cadres actively involved in the Posbindu program at the Ulee Kareng Health Center, Banda Aceh. Results: The results of the study show that involvement in the program has a positive impact on both the personal and professional lives of the cadres. The cadres not only feel more concerned about their own health but also gain skills in health measurement and counseling. However, challenges such as limited facilities, time constraints, and insufficient support and incentives still pose significant barriers. Therefore, this study recommends enhancing training for cadres and improving facilities to support the smooth implementation of the Posbindu PTM program. Conclusion: Increasing training, facilities, and providing better incentives for cadres can improve the effectiveness of the PTM prevention program and expand its impact on the community. Keywords: Posbindu PTM, Non-Communicable Diseases, Health Cadres References: 2 books + 21 research journals (2019-2025)
Baca Juga : PERAN KADER DALAM KEGIATAN POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR (Pathul Barri, 2016)