Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
RAMA AYUNI, ANALISIS DAN PERBANDINGAN DAYA DUKUNG JALAN TAMBANG KONVENSIONAL DI PT AGRABUDI JASA BERSAMA DAN KSU TIEGA MANGGIS TERHADAP JALAN BERBASIS FABA DI PT BARA ENERGI LESTARI. Banda Aceh Fakultas Teknik Pertambangan,2025

Penelitian ini menganalisis daya dukung jalan tambang konvensional dan membandingkannya dengan jalan berbahan fly ash dan bottom ash (faba) sebagai alternatif material perkerasan. permasalahan jalan tambang konvensional terletak pada instabilitas dan sensitivitas terhadap air yang menyebabkan degradasi kualitas dan daya dukung jalan. penelitian dilakukan di lokasi tambang batubara pt agrabudi jasa bersama (ajb) dan tambang mineral ksu tiega manggis, dengan pembanding jalan faba pt bara energi lestari (bel). metodologi penelitian meliputi pengujian california bearing ratio (cbr) lapangan dan laboratorium, dynamic cone penetrometer (dcp), dan sand cone test untuk mengevaluasi daya dukung dan tingkat kepadatan jalan. hasil penelitian menunjukkan bahwa jalan konvensional pt ajb memiliki nilai cbr lapangan 20-35,2% (kategori "good") pada lapisan base namun hanya 1,39% pada subgrade, sementara jalan ksu tiega manggis mencapai 68,6-157,1% (kategori "excellent") pada base tetapi hanya 3,80% pada subgrade. kedua jalan konvensional tidak memenuhi standar kepadatan sni dengan nilai kepadatan aktual hanya 77% dan 80,33%. berdasarkan analisis komparatif, jalan faba menunjukkan daya dukung yang lebih unggul dengan nilai cbr lapangan 138,10% (4,89 kali lebih tinggi dari ajb dan 1,22 kali dari ksu), cbr laboratorium 47% (2,04 kali lebih tinggi dari ajb dan 1,09 kali dari ksu), dan tingkat kepadatan lapangan yang lebih mendekati standar sni 95%. penelitian ini menyimpulkan bahwa faba berpotensi menjadi alternatif material perkerasan jalan tambang, khususnya untuk meningkatkan ketahanan terhadap air dan stabilitas jalan dalam jangka panjang.



Abstract

This research evaluates the bearing capacity of conventional mine roads in comparison with roads constructed from Fly Ash and Bottom Ash (FABA) as an alternative pavement material. Conventional mine roads exhibit limitations regarding instability and water sensitivity, resulting in quality degradation and reduced bearing capacity. The investigation was conducted at PT Agrabudi Jasa Bersama (AJB) coal mining site and KSU Tiega Manggis mineral mining location, with FABA roads at PT Bara Energi Lestari (BEL) serving as the comparative benchmark. The methodology employed California Bearing Ratio (CBR) field and laboratory testing, Dynamic Cone Penetrometer (DCP) analysis, and Sand Cone Tests to assess bearing capacity and compaction levels. Results indicate that conventional roads at PT AJB demonstrate field CBR values of 20-35.2% (categorized as "good") for the base layer but only 1.39% for the subgrade, while KSU Tiega Manggis roads exhibit 68.6-157.1% (categorized as "excellent") for the base but merely 3.80% for the subgrade. Neither conventional road meets Indonesian National Standard (SNI) compaction requirements, with actual density values of only 77% and 80.33%, respectively. Comparative analysis reveals that FABA roads exhibit superior performance with field CBR values of 138.10% (4.89 times higher than AJB and 1.22 times higher than KSU), laboratory CBR of 47% (2.04 times higher than AJB and 1.09 times higher than KSU), and field density levels approaching the 95% SNI standard. The research concludes that FABA represents a viable alternative for mine road pavement, particularly for enhancing water resistance and long-term stability.



    SERVICES DESK