Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Natasya Aulia Putri, ANALISIS DAN PERBANDINGAN DAYA DUKUNG JALAN TAMBANG KONVENSIONAL DAN JALAN TAMBANG BERBASIS FABA DI TAMBANG BATUBARA SITE PT BARA ENERGI LESTARI. Banda Aceh Fakultas Teknik Univesitas Syiah Kuala,2025

Batubara masih menjadi komoditas unggulan, sementara jalan tambang berperan krusial sebagai penghubung di area pertambangan. desain dan konstruksi jalan tambang yang tidak optimal dapat menurunkan kinerja alat angkut, meningkatkan biaya operasional, serta meningkatkan risiko keselamatan kerja. salah satu inovasi dalam konstruksi jalan tambang adalah pemanfaatan fly ash dan bottom ash (faba), limbah padat dari pembakaran batubara di pltu, yang volumenya diperkirakan mencapai 15,3 juta ton pada tahun 2030. dalam upaya mengurangi akumulasi limbah faba, pt bara energi lestari mengintegrasikan faba sebagai bahan campuran untuk lapisan pondasi atas (base course) pada jalan tambang prototype. pengujian pada jalan konvensional pt bara energi lestari belum maksimal dilakukan sehingga belum dapat divalidasi. penelitian ini mencakup pengujian daya dukung jalan konvensional dengan metode cbr lapangan, dcp, cbr laboratorium, dan sand cone kemudian dibandingkan dengan hasil pengujian daya dukung jalan tambang berbasis faba. hasil pengujian menunjukkan jalan konvensional memiliki kepadatan kering maksimum lebih tinggi (2,179 gr/cm³) dibandingkan jalan berbasis faba (1,918–1,923 gr/cm³) dengan kadar air optimum lebih rendah. pengujian cbr lapangan juga menunjukkan nilai cbr jalan faba lebih tinggi (83,8–181%) dibandingkan jalan konvensional (35,2–114,3%). pengujian dcp pada lapisan subgrade menunjukkan jalan konvensional lebih unggul (4,06–16,11%) dibandingkan jalan faba (5,27–12,91%). pengujian cbr laboratorium menunjukkan jalan faba lebih baik (48%) dibandingkan jalan konvensional (17%). pengujian sand cone menunjukkan kepadatan jalan faba lebih tinggi (76–100%) dibandingkan jalan konvensional (70–82%).



Abstract

Coal is still the leading commodity, while mine roads play a crucial role as a link in the mining area. Non-optimal mine road design and construction can reduce the performance of hauling equipment, increase operational costs, and increase occupational safety risks. One innovation in mine road construction is the utilization of Fly Ash and Bottom Ash (FABA), solid waste from coal combustion in power plants, whose volume is estimated to reach 15.3 million tons by 2030. In an effort to reduce the accumulation of FABA waste, PT Bara Energi Lestari integrated FABA as a mixture for the base course layer on a prototype mining road. Testing on PT Bara Energi Lestari's conventional road has not been maximized so that it cannot be validated. This research includes testing the bearing capacity of conventional roads using field CBR, DCP, laboratory CBR, and sand cone methods and then comparing them with the results of testing the bearing capacity of FABA-based mine roads. The test results showed that the conventional road had a higher maximum dry density (2.179 gr/cm³) than the FABA-based road (1.918-1.923 gr/cm³) with a lower optimum moisture content. Field CBR tests also showed higher CBR values of FABA roads (83.8-181%) than conventional roads (35.2-114.3%). DCP testing of the subgrade layer showed that the conventional road was superior (4.06-16.11%) to the FABA road (5.27-12.91%). Laboratory CBR testing showed the FABA road was better (48%) than the conventional road (17%). Sand cone testing showed higher density of FABA road (76-100%) than conventional road (70-82%).



    SERVICES DESK