Keterampilan berbicara merupakan salah satu dari empat keterampilan yang harus di ajarkan kepada siswa sekolah mencegah atas, sehingga siswa tidak mengalami kesulitan dalam menjawab soal-soal yang muncul dalam ujian akhir nasional (un). dalam penelitian ini , peneliti hanya focus pada pengajaran language functions sebagai bagian dari pengajaran keterampilan berbicara. language functions di terapkan dalam bentuk komunikasi lisan dan tulisan, dan apa yang dapat di lakukan seseorang dengan menggunakan bahasa. penulis sendiri percaya bahwa keterampilan berbicara adalah sangat penting dalam proses pembelajaran meskipun begitu percaya, ada hal-hal yang menjadikan nya sulit disebabkan keluhan siswa bahwa bahasa inggris itu menyebabkan mereka sakit kepala. tetapi karena beberapa alasan, guru sering menghindari mengajarkan keterampilan tersebut, hal ini di sebabkan guru sendiri tidak mempunyai keterampilan yang bagus, dan juga media yang kurang memadai. begitu juga dengan siswa sendiri, , dimana terlihat rendahnya motivasi siswa dalam belajar, kurang nya rasa percaya diri siswa pada saat berbicara, dan kurangnya kosa kata. pada dasarnya mereka takut membuat kesalahan, berlandaskan kondisi di atas, maka timbullah pertanyaan bagaimana meningkatkan motivasi siswa dalam belajar language functions, dengan mencoba berbagai cara untuk menstimulasikan siswa dengan menawarkan banyak kesempatan untuk praktik berbicara, memvariasikan aktivitas dalam belajar, dan mendorong mereka tampil beda penulis berinisiatif untuk mencari alternative penyelesaian terhadap masalah tersebut. oleh karena itu, peiiulis berhasrat menerapkan teknik commnicative activities dalam mengajarkan ketrampilan berbicara khususnya& language functions, dimana melalui teknik ini , pada akhir proses pembelajaran diharapkan siswa dapat lebih termotivasi dan efektif dalam belajar keterampilan tersebut. penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang bagaimana penerapan communicative activities dalam pembelajaran berbicara di sekolah. subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas x11 pada sma negeri indra puri aceh besar. adapun permasalahan yang ingin di teliti sebagai berikut: apakah communicative activities efektif di gunakan dalam pembelajaran language functions, apakah communicative activities dapat memotivasi siswa dalam belajar language fun ctions, dan apakah permasalahan yang dihadapi guru dan siswa dalam pendekatan communicative activities. • penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bersifat kolaboratif, di mana penulis bekerja sama dengan 2 orang pengamat dalam membuat perencanaan, dan penerapan. untuk pengumpulan data peneliti menggunakan instrument sebagai berikut; lembar observasi siswa, lembar observasi guru, kuesioner, student' self assessment dan wawancara.. data yang di peroleh di sajikan dan di anlisa dengan menggunakan analisa data secara kuantitatif dan kualitatif. kuantitatif data di analisa dengan menggunakan rumus persentase sederhana, sedangkan kualitatif data di tampilkan dengan mendeskripsikan proses penerapan teknik tersebut. berdasarkan hasil temuan dari penelitian ini menunjukkan teknik communicative activities, merupakan suatu pendekatan yang efektif untuk di gunakan dalam pengajaran language functions. selama penerapan pendekatan ini terlihat bahwa keterlibatan siswa begitu aktif dalam proses pembelajaran. begitu juga dengan lembar observasi guru, dari data yang di kumpulkan terlihat bahwa guru be[um sepenuhnya melaksanakan kegiatan seperti yang di rencanakan. berkaitan dengan respond siswa terhadap penerapan communicative activities, dari hasil analisa data kuesioner di teruskan bahwa hampir semua aspek yang berkaitan dengan respons siswa terhadap penerapan communicative activities dalam proses pembelajaran menunjukkan bahwa tanggapan siswa sangat baik dan mereka menyukai pembelajaran melalui teknik ini, 28 (93,3%) dari 30 siswa menyukai suasana kelas ketika aktivitas belajar berlangsung, 29 (96, 67%) siswa dapat mengikuti langkah-langkah yang diberikan guru, 28 (93, 33%) siswa menyukai cara guru mengajar, 29 (96,67%) siswa tertarik dengan topik dialog, 29 (96,67%) siswa memiliki kesan dan berminat mengikuti proses belajar mengajar berikutnya dengan teknik yang sama, 26 (86,67%) siswa menyukai teknik yang di terapkan di dalam kelas, 27 (90 %)siswa menyukai media yang di gunakan guru. sedangkan kuesioner yang berhubungan dengan student self-assessment digunakan agar siswa dapat mengevaluasi perkembangan belajar mereka sendiri. pada akhir setiap siklus siswa dinilai kemampuannya melalui interview sebagai gambaran seberapa baik mereka sudah dapat : bertanya dan merespons mendeskripsikan objek dan orang, mendeskripsikan kejadian yang telah lalu, dan menanyakan serta memberikan informasi. berdasarkan hasil interview, dimana skor perolehan rata-rata pada siklus 1 adalah 5,17 , pada siklus ke dua adalah 634 dan pada siklus ke tiga mendapat skor perolehan 7,18. ini menunjukkan bahwa siswa mempunyai respons yang positif terhadap penerapan communicative activities. penulis ingin menyarankan kepada guru bahasa inggris agar mereka tidak hanya mengajarkan reading dan grammar dalam mengajar bahasa inggris, tetapi juga mengajarkankan speaking.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
MENGAJAR LANGUAGE FUNCTIONS DENGAN MENERAPKAN COMMUNICATIVE ACTIVITIES. SUATU PENELITIAN TINDAKAN KELAS PADA SISWA KELAS III SMA. Banda Aceh prog. studi magister pendidikan bahasa inggris,
Baca Juga : MENGAJAR LANGUAGE FUNCTIONS DENGAN MENERAPKAN COMMUNICATIVE ACTIVITIES. SUATU PENELITIAN TINDAKAN KELAS PADA SISWA KELAS III SMA (Naimah Mustafa, 2025)