Permintaan uang merupakan masalah yang banyak dibicarakan dan dilakukan penelitian di berbagai negara termasuk indonesia. hal ini menandakan bahwa masalah perilaku permintan uang sangat penting untuk di analisis, karena permintaan uang merupakan suatu besaran moneter yang dapat digunakan sebagai salah satu variabel penting dalam analisis kebijakan moneter. pemilihan model untuk mengestimasi permintaan uang selama ini belum ada yang baku, sehingga untuk mencapai tujuan dalam penelitian ini dipakailah model linier dinamis diantaranya adalah model penyesuaian parsial (pam) dan model koreksi kesalahan (ecm). adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar pengaruh pendapatan, tingkat bunga, tingkat inflasi dan nilai tukar (rupiah terhadap dollar) terhadap permintaan uang di indonesia.untuk melihat keabsahan dari model dan data itu sendiri maka dilakukan berbagai uji spesifikasi model. data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari beberapa instansi dan merupakan data runtun waktu. hasil estimasi menunjukkan bahwa dengan model pam besaran elastisitas masing-masing variabel penjelas dalam jangka pendek dan jangka panjang lebih kecil dari satu dan telah terjadi pelanggaran asumsi klasik yaitu terjadinya autokorelasi. hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa fenomena khusus yang dapat diketahui pada model pam adalah koefisien penyesuaian, yang memberikan indikasi adanya tanggapan masyarakat terhadap perubahan jumlah uang yang beredar sangat lamban baik dalam jangka pendek maupunjangka panjang. dalam model koreksi kesalahan (ecm) jika dilihat dari signifikansinya, mampu memperlihatkan sebagai alat prediksi, dimana seluruh variabel kelambanan waktu (lags) signifikan. demikian pula dengan melihat tingkat koreksi kesalahan (ect) yang menunjukkan kevalidan model yang digunakan signifikan pada taraf keyakinan 99 persen. lmplikasi dari hasil penelitian ini adalah bahwa respon masyarakat terhadap permintaan uang sangat lamban, sehingga rnemerluk:an waktu (time lags). dan kondisi ini mengisyarakatkan bahwa telah terjadi peningkatan pemegangan uang kuasi, artinya tingkat monetarisasi masyarakat telah semakin tinggi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN UANG DI INDONESIA. Banda Aceh Prog. Studi Magister Ilmu Ekonomi,2001
Baca Juga : PENGARUH ALAT PEMBAYARAN NON TUNAI TERHADAP PERMINTAAN UANG KARTAL DI INDONESIA (Nada Effendi, 2024)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH ELEKTRONIC MONEY DAN VARIABEL MAKROEKONOMI TERHADAP PROFITABILITAS PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA PERIODE 2015 – 2020 (ULFIANA ZIKRA, 2022)