Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Masri Ramadhan, FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KOPI DI KABUPATEN ACEH TENGAH (STUDI KASUS DI KECAMATAN SILIH NARA, PEGASING, DAN BIES). Banda Aceh Prog. Studi Magister Ilmu Ekonomi,2012

Tujuan penehitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menmpengaruhi produksi kopi, menganalisis perbandingan pendapatan rata-rata dan melihat tingkat kelayak.an usahatani kopi di kecamnatan silih nara pegasing dan bies di kabupaten aceh tengah. data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari petani melalui wawancara langsung. dengan jumlah sampel sebanyak 104 orang yang terbagi di ketiga kccaratan. adapun besarnya faktor-faktor yang mempengaruhi tingk.at produksi usahatani kopi dilakukan dengan analisis regresi berganda dengan model fungsi coob-douglas dengan metode ols (ordinary least square). hasil estimasi model regresi di kecamatan silih nara koefisiennya menunjukkan bahwa luas lahan, tenaga kerja, dan penggunaan pupuk berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi kopi, sedangkan pengalaman kerja berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap produksi kopi. di kecamatan pegasing hasil estimasi dari model menunjukkan bahwa luas lahan, tenaga kerja dan penggunaan pupuk berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi kopi, sedangkan pengalaman kerja berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap produksi kopi. dan di kecamatan bies, hasil estimasi menunjukkan bahwa luas lahan, tenaga kerja, penggunaan pupuk dan pengalaman kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi kopi. sedangkan untuk total di ketiga kecamatan, hasil estimasinya menunjukkan bahwa luas lahan, tcnaga kerja, penggunaan pupuk dan pengalaman kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi kopi hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan dan tingkat kelayakan usahatani kopi di kecamatan silih nara lebih besar dibandingkan dengan keeamatan pegasing dan bies. sedangkan milai elastisitas produksi yang tertinggi adalah pada kecamatan pegasing sebesar 1.3, diikuti kecamatan silih nara sebesar 1.26, kecamatan bies sebesar ,i4 dan total diketiga kecamatan scbesar 128. ini berarti bahwa secara umum usahatani kopi di ketiga keamatan terdapat dalam skala increasing return to scale, yang artinya bahwa proporsi penambahan factorproduksi (input) akan menghasilkan tambahan produksi (output) dengan proporsi yang lebih besar. kata kunci : luas lahan, tenaga kerja, penggunaan pupuk, pengalaman kerja, pendapatan petani dan tingkat kelayakan usahatani kopi



Abstract



    SERVICES DESK