Garis kemiskinan adalah nilai rupiah yang harus dikeluarkan seseorang atau rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan minimumnya, baik itu kebutuhan hidup minimum makanan maupun kebutuhan bukan makanan. untuk menentukan siapa saja yang tergolong miskin di dalam suatu perekonomian, maka diperlukan garis kemiskinan. penelitian ini bertujuan untuk menetapkan garis kemiskinan rumah tangga dengan memperhatikan pendapatan rumah tangga, pembelanjaan rumah tangga, pendidikan kepala rumah tangga, jenis mata pencaharian, aktivitas ekonomi kepala rumah tangga dan jumlah anggota rumah tangga. data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer basil wawancara dengan responden (kepala rumah tangga) dan data sekunder dengan menelaah berbagai publikasi laporan yang ada pada lembaga dan instansi pemerintah. mengukur garis kemiskinan dengan mengunakan konsep extended linear expenditure system (les) dimana jumlah anak dan tingkat pendidikan kepala keluarga sebagai faktor pembeda. temuan dari penelitian adalah menurunnya garis kemiskinan sejalan dengan semakin tingginya tingkat pendidikan kepala keluarga dan sebaliknya garis kemiskinan akan menaik dengan rendahnya tingkat pendidikan kepala keluarga. pembelanjaan makanan, pendidikan dan transportasi merupakan pembelanjaan terbesar dari enam kelompok pembelanjaan dalam penelitian ini. implikasi dari hasil penelitian ini, pemerintah diharapkan melakukan beberapa kebijakan antara lain memberikan pelayanan pada sektor pendidikan yang gratis untuk pendidikan dasar dan menengah, menjaga stabilnya harga kebutuhan pokok rumah. tangga dan meminimumkan biaya transportasi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS GARIS KEMISKINAN RUMAH TANGGA BERDASARKAN KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI DI KOTA MEDAN PROPINSI SUMATERA UTARA. Banda Aceh Prog. Studi Magister Ilmu Ekonomi,2003
Baca Juga : PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KEMISKINAN DI WILAYAH SUMATERA (MAULIZAR SARI, 2020)
Abstract
Baca Juga : INKLUSI KEUANGAN DAN KEMISKINAN DI INDONESIA (Hasta Pratama, 2018)