Kemiskinan merupakan salah satu masnlnh utama yang dihadapi negara-negara sedang berkembang, permasalahan ini sangat serius di- negara sedang berkembang karena hampir dua per tiga penduduk di negara sedang berkembang berada di bawah garis kemiskinan. untuk menangani masalah kemiskinan, pemerintah di negara sedang berkembang melakukan berbagai macam kebijakan yang dapat memperbaiki masalah kemiskinan. pemerintah meyakini bahwa kebijakan-kebijakan seperti jaring pengaman sosial (jps) dan bantuan-bantuan dapat efektif mengurangi jumlah penduduk miskin, tetapi pengalaman dewasa ini menunjukkan bahwa kebijakan-kebijakan tersebut tidak bekerja secara efektif di negara sedang berkembang karena tidak ada informasi yang cukup memadai mengenai kelompok penduduk miskin dan bagaimana mengelompokkan penduduk sebagai penduduk miskin atau tidak miskin berdasarkan standar hidup minimal mereka. oleh karena itu penting untuk diketahui batas garis kemiskinan pada masing-masing daerah atau negara. untuk mcndapatkan garis kemiskinan dapat dilakukan melalui penelitian empiris dimana hasilnya dapat digunakan untuk mengukur garis kemiskinan. penelitian ini menggunakan sistem pengeluaran linear dimana modelnya diestimasi dengan menggunakan persamaan seemingly unrelated regression equations (sure) dan mengambil provinsi nanggroe aceh darussalam (nad) sebagai daerah penelitian. hasil penelitian menunjukkan bahwa garis kemiskinan per kapita rata-rata adalah rp305.523, garis kemiskinan ini cukup rasional karena untuk hidup di banda aceh setiap orang membutuhkan paling tidak rp305.523 per bulan, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa garis kemiskinan untuk rumah tangga beserta seluruh anggota keluarganya mendekati garis kemiskinan yang sebenarnya karena nilainya lebih besar dari rata-rata per kapita. garis kemiskinan untuk rumah tangga dan anggota keluarganya adalah rp 1.466.699. penelitian ini juga mencari hubungan antara jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi. pengeluaran pemerintah dan jumlah kesempatan kerja dengan jumlah penduduk miskin. model diestimasi dengan menggunakan metode pooling. hasilnya menunjukkan bahwa jumlah penduduk dan pengeluaran pemerintah mempunyai hubungan dan pengaruh yang positif terhadap jumlah penduduk miskin. hal ini berarti bahwa kebijakan pengeluaran pemerintah yang ekspansif justru meningkatkan jumlah penduduk miskin di provinsi nad. sedangkan tingkat pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja mempunyai hubungan dan pengaruh negatif terhadap jumlah penduduk miskin, tetapi koefisien estimasi dari masing-masing variabel tersebut adalah inelastis yang berarti bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja masih relatif kurang efektif dalam mengurangi jumlah penduduk miskin. kata kunci : garis kemiskinan, sure, korelasi, pool, kesejahteraan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS KEMISKINAN DI PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM. Banda Aceh Program Studi Magister Ilmu Ekonomi,2004
Baca Juga : PENGARUH BELANJA LANGSUNG DAN IPM TERHADAP KEMISKINAN DI PROVINSI ACEH (NURUL MASYITHAH, 2018)
Abstract
Baca Juga : ANALISIS PENGARUH UMP, INFLASI DAN PENGANGGURAN TERHADAP KEMISKINAN PROVINSI ACEH (KHAIRIL IHSAN, 2018)