Abstrak latar belakang: intubasi endotrakeal pada pasien anak yang menjalani operasi elektif dapat memicu respons hemodinamik berupa peningkatan tekanan darah dan denyut jantung akibat stimulasi simpatis. premedikasi diperlukan untuk menekan respon tersebut, namun efektivitas gabapentin dan lorazepam masih perlu diteliti. penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh premedikasi gabapentin dan lorazepam terhadap tekanan darah dan denyut jantung pasca-intubasi pada pasien anak. metode: penelitian uji klinis acak terkontrol ini melibatkan 64 pasien anak yang menjalani operasi elektif. mereka dibagi dalam dua kelompok: gabapentin (15 mg/kg) dan lorazepam (0,025 mg/kg). parameter hemodinamik diukur sebelum dan setelah intubasi. hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok gabapentin memiliki tekanan darah sistolik, diastolik, dan map yang lebih rendah dibandingkan kelompok lorazepam setelah intubasi (p0,05). kesimpulan: premedikasi gabapentin lebih efektif dalam menekan lonjakan tekanan darah akibat intubasi dibandingkan lorazepam, sementara lorazepam lebih signifikan dalam menurunkan denyut jantung. dengan demikian, gabapentin dapat menjadi pilihan premedikasi yang lebih optimal dalam menjaga stabilitas hemodinamik pada pasien anak yang menjalani operasi elektif. kata kunci: gabapentin, lorazepam, premedikasi, intubasi, hemodinamik, anestesi pediatrik
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PERBANDINGAN PEMBERIAN PREMEDIKASI GABAPENTIN ORAL DENGAN LORAZEPAM ORAL TERHADAP RESPON INTUBASI PADA PASIEN ANAK YANG MENJALANI OPERASI ELEKTIF. Banda Aceh Fakultas Kedokteran - Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif,2025
Baca Juga : PERBANDINGAN STABILITAS GULA DARAH PASCA OPERASI PASIEN SECTIO CAESARIA ELEKTIF YANG DIPUASAKAN KONVENSIONAL DENGAN YANG MENDAPATKAN CARBOHYDRATE LOADING 2 JAM PRA OPERASI (Teuku Dede Andika, 2025)
Abstract
ABSTRACT Background: Endotracheal intubation in pediatric patients undergoing elective surgery can trigger a hemodynamic response, including increased blood pressure and heart rate due to sympathetic stimulation. Premedication is required to attenuate this response, but the effectiveness of gabapentin and lorazepam remains to be investigated. This study aims to compare the effects of gabapentin and lorazepam premedication on blood pressure and heart rate following intubation in pediatric patients. Methods: This randomized controlled trial involved 64 pediatric patients undergoing elective surgery. They were divided into two groups: gabapentin (15 mg/kg) and lorazepam (0.025 mg/kg). Hemodynamic parameters were measured before and after intubation. Results: The study found that the gabapentin group exhibited lower systolic blood pressure, diastolic blood pressure, and mean arterial pressure (MAP) compared to the lorazepam group after intubation (p0.05). Conclusion: Gabapentin premedication is more effective in attenuating blood pressure surges due to intubation compared to lorazepam, while lorazepam is more effective in reducing heart rate. Therefore, gabapentin may be a more optimal premedication choice for maintaining hemodynamic stability in pediatric patients undergoing elective surgery. Keywords: Gabapentin, Lorazepam, Premedication, Intubation, Hemodynamics, Pediatric Anesthesia
Baca Juga : PERBANDINGAN EFEKTIVITAS DEXMEDETOMIDINE DAN FENTANYL SEBAGAI PROFILAKSIS EMERGENCE AGITATION PADA ANAK (Sardimon, 2022)