Abstrak penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat degradasi hutan di kabupaten gayo lues kawasan akibat kegiatan penebangan pada hutan produksi tetap dan areal penggunaan yang diberi izin (hak pengusahaan hutan) dan ipk (lzin pemanfaatan kayu) hph serta seberapa besar pengaruh kegiatan penebangan di areal tersebut terhadap terjadinya degradasi hutan di kabupaten gayo lues. ini penelitian survei menggunakan metode deskriptif melalui studi pustaka data diperoleh dengan cara meninterpretasikan peta penutupan lahan kabupaten gayo lues tahun 2000, 200.3, 2006 dan data produksi kayu kabupaten gayo lues. hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi degradasi hutan di kabupaten gayo lues selama periode tahun 2000 sampai tahun 2006 pada kawasan hutan lahan kering primer sebesar 28.770 ha (28,86 %). kawasan hutan lahan kering sekunder sebesar 37,406 ha (74,64 %) dan kawasan hutan rawa sekunder dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2002 tidak terdata sedangkan untuk tahun 2003 585 sampai dengan tahun 2006 sebesar (13,76 %). degradasi hutan yang terjadi di kabupaten gayo lues dikategorikan kedalam tingkat degradasi berat dan sangat berat yaitu berkisar antara 0,77% sampai 62,04 % dengan degradasi yang terjadi pada keseluruhan kabupaten gayo lues 62.511 ha (41,73%) selama periode tahun 2002-2006. kata kunci: degradasi hutan, penebang, areal hph dan ipk
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PENILAIAN TINGKAT DEGRADASI HUTAN AKIBAT KEGIATAN PENEBANGAN PADA AREAL HPH DAN IPK DI KABUPATEN GAYO LUES. Banda Aceh Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan,2010
Baca Juga : PENILAIAN TINGKAT DEGRADASI RUTAN AKIBAT PEMBALAKAN DI KABUPATEN ACEH SINGKIL. (Syawaluddin Anwary batubara, 2025)