Lahan mempunyai nilai ekonomi yang kecil sebelum lahan digunakan bersama-sama faktor produksi seperti tenaga kerja, modal dan pengelolaan. penggunaan lahan pertanian pada umumnya tergantung pada aspek kesuburan dan kelas kemampuan tanah dan sifat penghambat pada tanah. penggunaan tanah untuk non pertanian tergantung pada faktor lokasi. faktor terpenting yang mempengaruhi permintaan lahan adalah jumlah penduduk. penduduk semakin hari tcrus: bertambah sedangkan sumber daya lahan adalah tetap. pada masa pembangunan sekarang banyak lahan pertanian produktif, mengalami pergeseran fungsinya menjadi lahan non pertanian seperti pembangunan kota satelit untuk kawasan pemukiman, fasilitas umum, fasilitas komersil dan lain sebagainya. bila kondisi ini terjadi terus menerus tanpa memperhatikan keseimbangan antara penggunaan lahan pertanian dan non pertanian maka lahan pertanian semakin sempit yang akan menurunkan hasil produksi pertanian. dalam penelitian ini dilakukan' pengujian dengan dua model yaitu 1) pengujian dengan menggunakan uji statistik regresi linier berganda dengan variabel yang diuji adalah pendidikan (k), status sosial (x1), kebutuhan rumah tangga (x2), pendapatan keluarga (x3), jumlah tanggungan keluarga (k4), nilai lahan (x6), persepsi masyarakat lokal terhadap pengalihan lahan pertanian (x7) dan produktivitas lahan (k8) sedangkan variabel (y) konversi lahan pertanian pada pembangunan kota satelit. 2) pengujian analisis sifat fisika dan kimia tanah di laboratorium untuk melihat aspek kesuburan' tanah. hasil analisis dengan menggunakan uji statistik regresi linier berganda diperoleh nilai f sebesar 1530,116, sedangkan nilai f pada tingkat kepercayaan 95% adalah 2,30 ini berarti bahwa faktor pendidikan, status sosial, kebutuhan rumah tangga, pendapatan keluarga, jumlah tanggungan keluarga, nilai lahan, persepsi masyarakat terhadap pengalihan lahan pertanian, nilai lahan dan produktivitas lahan mempunyai hubungan dengan konversi lahan pertanian pada pembangunan kota satelit. dari hasi pengujian berdasarkan koefisien determinasi (r2) diperoleh sebesar 99,78% ini bermakna lahan pertanian pada mampu dijelaskan oleh faktor pendidikan, status sosial, kebutuhan rumah tangga. pendapatan keluarga, jumlah tanggungan keluarga,' nilai lahan, persepsi masyarakat lokal terhadap pengalihan lahan perta nian dan produktivitas lahan sedangkan 0,18% lagi oleh faktor lain yang tidak diuji. dari hasil pengujian berdasarkan nilai t pada tingkat kepercayaan 95% adalah 1,70, variabel yang berpengaruh nyata pada konversi lahan pertanian adalah variabel nilai lahan dan produktivitas lahan sedangkan variabel pendidikan, status sosial, kebutuhan rumah tangga, pendapatan dan persepsi masyarakat lokal terhadap pengalihan lahan pertanian tidak berpengaruh nyata pada pembangunan kota satelit. ; dari hasil analisis sifat fisika dan kimia tanah di laboratorium tanah di wilayah penelitian termasuk tanah yang relatif subur (produktif) kecuali ketersedian p yang rendah. kata kunci : konversi lahan pertanian pada pembangunan kota satelit
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
KONVERSI LAHAN PERTANIAN PADA PEMBANGUNAN KOTA SATELIT DI KECAMATAN DARUL IMARAH. Banda Aceh prog. studi magister pertanian,2004
Baca Juga : PEMANFAATAN IDRISI DALAM MEMPREDIKSI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) DI KECAMATAN DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR (ZIA FIRMAZA ULHAQ, 2020)
Abstract
Baca Juga : ANALISIS KETIMPANGAN PENDAPATAN AKIBAT LAHAN PERTANIAN MENJADI LAHAN NON PERTANIAN DI KECAMATAN BLANGKEJEREN KABUPATEN GAYO LUES (Abdul Hakim, 2025)