Anak merupakan anugerah dan harta paling berharga yang dititipkan oleh tuhan kepada setiap orang tua. namun saat ini anak juga dianggap sebagai anugerah yang dapat dimanfaatkan secara sengaja yang disebut dengan eksploitasi terhadap anak. salah satu bentuk tindakan eksploitasi terhadap anak adalah eksploitasi ekonomi. eksploitasi ekonomi terhadap anak merupakan pemanfaatan anak yang masih dibawah umur secara sengaja dan berlebihan demi keuntungan semata, tanpa memperhatikan moralitas, kesetaraan, atau kesejahteraan anak. eksploitasi ekonomi pada anak dapat menghambat kemajuan akademis anak, menimbulkan risiko terhadap kesehatan fisik, mental, spiritual, moral, dan sosialnya. penelitian ini bertujuan menganalisis proses implementasi kebijakan pemerintah kota banda aceh dalam penanggulangan eksploitasi anak dan faktor yang menjadi penghambat. teori yang digunakan implementasi kebijakan george c. edward iii. adapun pendekatan penelitian ini menggunakan metode kualitatif. teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. teknik analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan penanggulangan eksploitasi anak di kota banda aceh dalam pelaksanaannya dinilai belum optimal. komunikasi yang dibangun pemerintah dalam mentransmisi informasi terkait kejelasan perintah sesuai anturan belum konsisten. sumber daya yang dimiliki masih terbatas. disposisi oleh pemerintah dalam penunjukan birokrasi sudah tepat namun tidak ada insentif khusus yang diberikan terhadap pelaksana kebijakan. struktur birokrasi dengan standar operasional yang fleksibel belum diterapkan sehingga sering terjadi tumpang tindih kewenangan dalam menerapkan fragmentesi ke setiap lembaga pelaksana. belum optimalnya upaya penanggulangan ekspoitasi anak di kota banda aceh dipengaruhi oleh sumber daya yang terbatas, struktur birokrasi yang sering kali mengakibatkan tumpang tindih kewenangan, tingginya angka kemiskinan, belum optimalnya upaya pembinaan terhadap korban serta pelaku eksploitasi anak dan respon masyarakat. pemerintah kota banda aceh harus menghadirkan kebijakan yang lebih solutif, lembaga pelaksana yang lebih aktif, pembinaan terhadap orang tua serta pentingnya peran masyarakat terkait upaya yang dapat dilakukan bersama-sama dalam menanggulangi eksploitasi anak. kata kunci: eksploitasi, anak, kebijakan, pemerintah.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH DALAM PENANGGULANGAN EKSPLOITASI TERHADAP ANAK. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik - Ilmu Pemerintahan,2025
Baca Juga : PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU EKSPLOITASI ANAK SECARA EKONOMI SEBAGAI BADUT JALANAN ( SUATU PENELITIAN DI WILAYAH KOTA BANDA ACEH ) (NURUL THARENSIA, 2023)
Abstract
Children are the most precious gift and treasure entrusted by God to every parent. But currently children are also considered as a gift that can be deliberately utilised which is called exploitation of children. One form of child exploitation is economic exploitation. Economic exploitation of children is the intentional and excessive use of underage children for profit only, without paying attention to morality, equality, or child welfare. Economic exploitation of children can hinder children's academic progress, posing risks to their physical, mental, spiritual, moral, and social health. This research aims to analyse the process of implementing the Banda Aceh City government's policy in combatting child exploitation and the factors that hinder it. The theory used by the implementation of George C's policy. Edward III This research approach uses a qualitative method. Data collection techniques through observation, interview, and documentation. Data analysis techniques through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that the implementation of the child exploitation management policy in Banda Aceh City in its implementation is considered not optimal. The communication built by the government in transmitting information related to the clarity of orders according to the rules is not consistent. The resources owned are still limited. The disposition by the government in the appointment of bureaucracy is appropriate but no special incentives are given to policy implementers. The bureaucratic structure with flexible operational standards has not been implemented so that there is often an overlap of authority in implementing fragmentation to each implementing agency. The lack of optimal efforts to combat child exposure in Banda Aceh City is influenced by limited resources, bureaucratic structures that often result in overlapping authority, high poverty rates, lack of optimal development efforts for victims and perpetrators of child exploitation and community response. The Banda Aceh City Government must present more solutive policies, more active implementing institutions, coaching parents and the importance of the role of the community in relation to efforts that can be done together in combatting child exploitation. Keywords: Exploitation, Child, Policy, Government.
Baca Juga : TINDAK PIDANA MELAKUKAN EKSPLOITASI ANAK SECARA EKONOMI SEBAGAI PENGEMIS (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH) (LISMAIDA, 2016)