Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan konsentrasi hormon progesteron setelah pemberian hormon pregnant mare serum gonadothropin (pmsg) pada hamster campbell betina. enam ekor hamster campbell betina digunakan dalam penelitian ini dengan status tidak bunting, sudah pernah beranak, memiliki tubuh yang sehat, dan bobot badan 25-30 g. hamster dibagi menjadi dua kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol (k) dan kelompok perlakuan (p), masing-masing kelompok terdiri atas tiga ekor hamster. kelompok k diinjeksi dengan nacl fisiologis 0,5 ml/ekor sedangkan kelompok p diinjeksi dengan hormon pmsg dosis 2,5 iu secara intraperitoneal. seluruh hamster pada kedua kelompok dikawinkan dengan hamster jantan 2 jam setelah penyuntikan pmsg dengan rasio 1:1. darah hamster dikoleksi pada hari ke-4 dan ke-10 setelah perkawinan dan diambil plasmanya. pengukuran kadar progesteron dilakukan dengan metode enzyme linked immunosorbent assay (elisa). hasil analisis hormon menunjukan rata-rata (±se) konsentrasi progesteron hamster menunjukkan perbedaan pada kelompok kontrol dan perlakuan pada hari ke-4 (0,38±0,12 dan 0,82±0,44 ng/ml) dan pada hari ke-10 (0,38±0,27 dan 1,37±1,07 ng/ml). pada hari ke-4 dan ke-10 setelah perkawinan konsentrasi progesteron pada kelompok perlakuan berturut-turut 0,82±0,44 dan 1,37±1,07 ng/ml (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENINGKATAN KONSENTRASI HORMON PROGESTERON SETELAH PEMBERIAN HORMON PREGNANT MARE SERUM GONADOTHROPIN (PMSG) PADA HAMSTER CAMPBELL BETINA. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2015
Baca Juga : PENGARUH INDUKSI SUPEROVULASI EKSTRAK PITUITARI SAPI DAN HCG PADA KELINCI NEW ZEALAND WHITE TERHADAP PENINGKATAN HORMON PROGESTERON (Muhammad Syarif Al Baihaqi, 2023)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK HIPOFISA SAPI TERHADAP PENINGKATAN KONSENTRASI STEROID KELINCI (Miftahul Jannah, 2016)