Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
SAMIN ALI, KAJIAN KEHILANGAN HASIL PADA PROSES PERONTOKAN PADI (Oryza sativa L.) DENGAN BERBAGAI VARIASI UKURAN ALAS DAN PENUNDAAN PERONTOKAN. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2013

Samin ali. 0905106020001. kajian kehilangan hasil pada proses perontokan padi (oryza sativa l.) dengan berbagai variasi ukuran alas dan penundaan perontokan. di bawah bimbingan raida agustina s.tp.,m.sc. sebagai pembimbing utama dan dr. rita khathir s.tp.,m.sc. sebagai pembimbing kedua. ringkasan masalah utama dalam pasca panen padi adalah tingginya kehilangan hasil. tingkat kehilangan hasil padi selama penanganan pascapanen mencapai 20-21%, yang terbesar terjadi pada proses pemanenan (9%) dan pada proses perontokan (5%). penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kehilangan hasil selama proses perontokan dengan menggunakan variasi ukuran alas dan penundaan perontokan. penelitian ini dilakukan pada lahan sawah petani di desa cut keueung kecamatan kuta baro kabupaten aceh besar. penelitian ini menggunakan metode rancang acak lengkap (ral) faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor ukuran alas perontok (a) dan penundaan waktu perontokan (p). faktor ukuran alas peronto (a) terdiri atas 3 taraf, yaitu 3 x 2 m2 (a1), 6 x 4 m2 (a2) dan 8 x 8 m2 (a3), dan faktor penundaan waktu perontokan (p) terdiri atas 3 taraf, yaitu tanpa penundaan (p0), penundaan 1 hari (p1) dan penundaan 2 hari (p2). dengan demikian terdapat 9 kombinasi perlakuan, dimana masing-masing perlakuan diuji dengan 3 kali ulangan. analisa data yang diamati meliputi kadar air, susut perontokan, persentase gabah tercecer di alas kontrol, persentase gabah tidak terontok dan rendemen. berdasarkan hasil uji sidik ragam (anova) diperoleh bahwa susut perontokan dipengaruhi secara nyata oleh ukuran alas perontokan dengan susut perontokan tertinggi sebesar 38,5% terdapat pada ukuran alas perontok 3 x 2 m2 sedangkan susut perontokan terendah sebesar 2,1% terdapat pada ukuran alas perontok 8 x 8 m2. hasil yang sama diperoleh untuk persentase gabah tercecer di alas kontrol. sedangkan persentase gabah tidak terontok dipengaruhi secara nyata oleh penundaan waktu perontokan dengan persentase gabah tidak terontok tertinggi sebesar 2,3% terdapat pada penundaan 1 hari dan persentase gabah tidak terontok terendah sebesar 0,7% terdapat pada penundaan 2 hari. namun nilai persentase gabah tidak terontok pada penundaan 1 hari tidak berbeda nyata dengan nilai persentase gabah tidak terontok tanpa penundaan. rendemen hasil perontokan dipengaruhi secara nyata oleh ukuran alas perontok dengan rendemen hasil tertinggi terdapat pada ukuran alas perontok 8 x 8 m2 sebesar 67,6%. hubungan kadar air gabah sebelum dirontokkan dengan susut perontokan berbentuk parabola terbuka dengan nilai koefisien determinasi 31,6%. sedangkan hubungan kadar air dengan rendemen hasil perontokan berbentuk parabola tertutup dengan nilai koefisien determinasi 37,5%. hubungan parabola ini menunjukkan adanya batasan kadar air optimum untuk menekan nilai susut perontokan. konstribusi susut perontokan didominasi oleh gabah tercecer di alas kontrol sebesar 91%. dengan demikian prioritas utama yang dapat dilakukan untuk menekan susut perontokan yaitu dengan menggunakan ukuran alas perontok yang direkomendasikan oleh direktorat jenderal pengolahan dan pemasaran hasil pertanian (ditjen p2hp).



Abstract



    SERVICES DESK