Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
FARHAN NAUFAL AULIA, KARAKTERISTIK SIFAT FISIK DAN MEKANIK GETAH DAMAR (AGATHIS DAMMARA) SEBAGAI ACUAN DALAM DESAIN MESIN PENGHANCUR GETAH DAMAR. Banda Aceh fakultas teknik pertanian,2025

Damar (agathis dammara) merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang memiliki potensi besar di indonesia, terutama di provinsi aceh yang memiliki luas hutan mencapai 5,7 juta hektar. meskipun melimpah, pemanfaatannya masih sangat terbatas, umumnya hanya digunakan sebagai bahan penambal perahu dengan nilai ekonomi rendah. padahal, getah damar dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tinggi, seperti obat-obatan, bahan tekstil, dan campuran bahan industri. salah satu kendala utama adalah teknologi pascapanen yang masih menggunakan metode tradisional, sehingga pengolahan menjadi kurang efisien. oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristik sifat fisik dan mekanik getah damar sebagai acuan dalam desain mesin penghancur getah damar yang lebih efisien, guna meningkatkan nilai tambah dan mendukung keberlanjutan pengolahan hasil hutan ini. penelitian dilaksanakan dari mei hingga desember 2024 di berbagai laboratorium universitas syiah kuala, termasuk laboratorium fisika material dan laboratorium mekanisasi pertanian. sampel yang digunakan adalah dua jenis getah damar, yaitu damar mata kucing dan damar batu. parameter penelitian meliputi kadar air, bulk density, angle of repose, dan uji kuat tekan, dengan metode analisis anova (analysis of variance) untuk membandingkan kedua jenis getah. prosedur penelitian mencakup pengumpulan sampel, pengujian sifat fisik seperti kadar air dan bulk density, serta pengujian sifat mekanik seperti kuat tekan dan angle of repose. data yang diperoleh dianalisis untuk memahami bagaimana karakteristik setiap parameter memengaruhi desain mesin penghancur getah damar yang optimal. hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air damar mata kucing lebih rendah, yaitu rata-rata 0,58%, dibandingkan dengan damar batu yang mencapai 4,86%. bulk density damar batu lebih tinggi dengan nilai rata-rata 0,5538 gr/cm³, sedangkan damar mata kucing memiliki nilai 0,5434 gr/cm³. uji angle of repose pada media akrilik menunjukkan nilai sudut rata-rata 18° untuk damar mata kucing dan 20° untuk damar batu, sedangkan pada media besi, nilai sudut mencapai 29° untuk damar mata kucing dan 26° untuk damar batu. pada uji kuat tekan, damar batu memiliki nilai maksimum 781.65 n, jauh lebih besar dibandingkan damar mata kucing yang hanya mencapai 195.13 n. hasil analisis anova menunjukkan bahwa kadar air adalah satu-satunya parameter dengan perbedaan signifikan (p < 0,05) antara kedua jenis damar, sementara parameter lainnya, seperti bulk density, angle of repose, dan kuat tekan, tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p > 0,05). dengan demikian, desain mesin penghancur dapat dioptimalkan untuk kedua jenis getah damar dengan spesifikasi teknis yang seragam, dengan penyesuaian khusus pada parameter kadar air untuk efisiensi proses penghancuran.



Abstract

Dammar (Agathis dammara) is a non-timber forest product with great potential in Indonesia, especially in Aceh Province, which has a forest area of approximately 5.7 million hectares. Despite its abundance, its utilization remains very limited, typically used only as a low-value boat sealant. In fact, dammar resin can be processed into a variety of high-value products such as pharmaceuticals, textile materials, and industrial additives. One of the main obstacles is the post-harvest technology, which still relies on traditional methods, resulting in inefficient processing. Therefore, this study aims to understand the physical and mechanical characteristics of dammar resin as a reference for designing a more efficient dammar resin crushing machine, with the goal of increasing added value and supporting the sustainable processing of this forest product. The research was conducted from May to December 2024 in various laboratories at Universitas Syiah Kuala, including the Materials Physics Laboratory and the Agricultural Mechanization Laboratory. The samples used consisted of two types of dammar resin: dammar mata kucing and dammar batu. The research parameters included moisture content, bulk density, angle of repose, and compressive strength, with the data analyzed using the ANOVA (Analysis of Variance) method to compare the two types of resin. The procedure involved sample collection, testing of physical properties such as moisture content and bulk density, and mechanical properties such as compressive strength and angle of repose. The collected data was analyzed to understand how each parameter influences the design of an optimal dammar resin crushing machine. The results showed that dammar mata kucing had a lower average moisture content of 0.58%, compared to dammar batu, which reached 4.86%. Dammar batu had a higher bulk density, with an average value of 0.5538 g/cm³, while dammar mata kucing had a value of 0.5434 g/cm³. The angle of repose test using an acrylic medium showed an average angle of 18° for dammar mata kucing and 20° for dammar batu, whereas on an iron medium, the angle reached 29° for dammar mata kucing and 26° for dammar batu. In the compressive strength test, dammar batu reached a maximum value of 781.65 N, significantly higher than dammar mata kucing, which only reached 195.13 N. The ANOVA analysis indicated that moisture content was the only parameter with a significant difference (p < 0.05) between the two resin types, while other parameters such as bulk density, angle of repose, and compressive strength did not show significant differences (p > 0.05). Therefore, the design of the crushing machine can be optimized for both types of dammar resin with uniform technical specifications, with special adjustments to the moisture content parameter for more efficient crushing.



    SERVICES DESK