Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
NURUL MARVIZA, HAMBATAN KOMUNIKASI MAHKAMAH SYARIAH LHOKSUKON DALAM MEMEDIASI PASANGAN SUAMI ISTRI UNTUK MENGURANGI TONGKAT PERCERAIAN DI KABUPATEN ACEH UTARA. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala,2025

Abstrak mahkamah syariah lhoksukon mencatat angka perceraian di aceh utara pada tahun 2023 mencapai 778 perkara perceraian di dominasi oleh 620 perkara cerai gugat dan 158 perkara cerai talak. perceraian di aceh utara didominasi oleh istri, pada dasarnya hakim mediator lebih mudah untuk membujuk pihak istri dan memberikan pandangan-pandangan resiko jika perceraian itu diputuskan. penelitian ini ingin mengetahui kendala mahkamah syariah lhoksukon sebagai upaya mengurangi tingkat perceraian di kabupaten aceh utara. penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi dan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam semi terstruktur dengan dua orang informan yang biasa menangani kasus mediasi di kabupaten aceh utara. penelelitian ini juga melakukan pengamatan langsung ke mahkamah syariah lhoksukon dan dokumentasi dalam pengumpulan data. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa hambatan yang dihadapi oleh mahkamah syariah lhoksukon dalam memediasi pasangan suami istri di kabupaten aceh utara. seperti hambatan yang bersifat teknis, hambatan perilaku, hambatan sruktur, hambatan bahasa, dan hambatan latar belakang. ditemukan beberapa upaya mahkamah syariah dalam mengurangi tingkat perceraian di kabupaten aceh utara, seperti mengedukasi perangkat desa terkait bagaimana penyelesaian melalui jalur hukum. fakta yang ditemukan peneliti di lapangan sesuai dengan asumsi asumsi teori dialektika relasional. kata kunci : hambatan komunikasi, pasangan suami istri, tingkat perceraian.  



Abstract

ABSTRACK The Lhoksukon Sharia Court recorded that the divorce rate in North Aceh in 2023 reached 778 divorce cases dominated by 620 divorce cases and 158 divorce cases by divorce. Divorce in North Aceh is dominated by wives, basically the mediator judge finds it easier to persuade the wife and provide views on the risks if the divorce is decided. This study aims to determine the obstacles of the Lhoksukon Sharia Court as an effort to reduce the divorce rate in North Aceh Regency. This study is a type of descriptive qualitative research with a phenomenological approach and data collection techniques through in-depth semi-structured interviews with two informants who usually handle mediation cases in North Aceh Regency. This study also conducted direct observations at the Lhoksukon Sharia Court and documentation in data collection. the results of this study indicate that there are several obstacles faced by the Lhoksukon Sharia Court in mediating married couples in North Aceh Regency. Such as technical obstacles, behavioral obstacles, structural obstacles, language obstacles, and background obstacles. Several efforts of the Sharia Court were found in reducing the divorce rate in North Aceh district, such as educating village officials on how to resolve through legal channels. The facts found by researchers in the field are in accordance with the assumptions of the Relational Dialectic theory. Keywords: Communication Barriers, Married Couples, Divorce Rate.



    SERVICES DESK