Chalcorana adalah salah satu genus dari kelas amfibi yang terdiri dari spesies kompleks yang sulit dibedakan satu sama lain secara morfologi. kesulitan dalam mengidentifikasi spesies dalam genus ini telah mendorong penelitian taksonomi untuk lebih memanfaatkan pendekatan molekuler dan morfologi secara bersamaan guna menentukan kedudukan taksonomi yang lebih akurat. dalam penelitian ini digunakan metode maksimum parsimoni untuk menganalisis data molekuler, sementara perhitungan jarak genetik dilakukan dengan menggunakan aplikasi mega x.13. data morfometri diolah menggunakan aplikasi ntsys untuk melihat kedekatan spesimen yang berasal dari stasiun penelitian soraya dan stasiun penelitian ketambe, sehingga hasil yang didapatkan mamiliki akurasi yang tinggi dan kedudukan taksonominya menjadi lebih jelas. fokus penelitian ini adalah pada chalcorana chalconota yang ditemukan di stasiun penelitian soraya dan ketambe, aceh. spesimen dari kedua lokasi tersebut menunjukkan kesamaan morfometri, yang menunjukkan bahwa perbedaan geografis tidak menghasilkan variasi morfologis yang signifikan. analisis molekuler lebih lanjut menunjukkan bahwa jarak genetik antara spesimen dari soraya dan ketambe berkisar antara 0,58% hingga 1,74%. nilai ini berada di bawah ambang batas yang umumnya digunakan untuk membedakan spesies dalam kelompok anura, yang menunjukkan bahwa spesimen dari kedua lokasi ini masih termasuk dalam spesies yang sama. sebaliknya, spesimen chalcorana yang diperoleh dari basis data genbank menunjukkan jarak genetik yang lebih besar, yaitu di atas 4,90%. perbedaan signifikan ini mengindikasikan adanya divergensi yang lebih mendalam, yang mungkin mengarah pada penetapan spesimen dari genbank sebagai spesies yang berbeda. selain itu, kesamaan morfometri antara spesimen dari soraya dan ketambe menguatkan hipotesis bahwa meskipun terdapat perbedaan lingkungan di kedua lokasi, hal ini tidak cukup signifikan untuk menyebabkan spesiasi. organisme di kedua lokasi tersebut masih mempertahankan aliran genetik yang sama, sehingga tidak terjadi divergensi genetik yang berarti. kesimpulannya, diperlukan penelitian lebih lanjut, termasuk analisis yang lebih mendalam dan komprehensif, untuk mengonfirmasi status taksonomi spesimen ini dan untuk mengevaluasi kemungkinan keberadaan spesies baru di wilayah tersebut.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS FILOGENI GENUS CHALCORANA (ANURA: RANIDAE) BERDASARKAN GEN 16S RRNA DI STASIUN PENELITIAN SORAYA DAN KETAMBE, KAWASAN EKOSISTEM LEUSER. Banda Aceh Fakultas MIPA Magister Biologi,2025
Baca Juga : KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN ANGGREK (ORCHIDACEAE) DI STASIUN PENELITIAN SORAYA, KAWASAN EKOSISTEM LEUSER, SUBULUSSALAM (Putri Geubrina, 2020)
Abstract
Chalcorana is a genus within the amphibian class that comprises complex species which are challenging to distinguish morphologically. The difficulty in identifying species within this genus has led to an increased focus on integrating molecular and morphological approaches in taxonomic studies to achieve more accurate classification. In this study, maximum parsimony methods were utilized for molecular data analysis, while genetic distance calculations were conducted using the MEGA X.13 software. Morphometric data were processed using the NTSYS software to assess the similarity of specimens collected from the Soraya Research Station and Ketambe Research Station, ensuring high accuracy and clarity in their taxonomic status. The research primarily focuses on Chalcorana chalconota specimens from Soraya and Ketambe, Aceh. Morphometric similarities observed between specimens from these two locations suggest that geographical differences did not lead to significant morphological variations. Molecular analysis further indicated that the genetic distance between the Soraya and Ketambe specimens ranged from 0.58% to 1.74%, a value below the threshold typically used to distinguish species within the Anura order, indicating that these specimens likely belong to the same species. In contrast, Chalcorana specimens retrieved from the GenBank database exhibited greater genetic distances, exceeding 4.90%, indicating a more pronounced divergence that could suggest the existence of a different species. The morphological similarity between the Soraya and Ketambe specimens supports the hypothesis that environmental differences between these locations are not significant enough to drive speciation. The organisms from both locations appear to maintain a consistent genetic flow, preventing notable genetic divergence. In conclusion, further research, including more comprehensive and in-depth analysis, is necessary to confirm the taxonomic status of these specimens and to evaluate the potential existence of a new species in this region
Baca Juga : STRUKTUR KOMUNITAS FAMILIA FELIDAE DI STASIUN PENELITIAN SORAYA KECAMATAN SULTAN DAULAT KOTA SUBULUSSALAM (YUNI KARLINA, 2024)