Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran tenaga kesehatan pada penanganan stunting di kecamatan longkib kota subulussalam. penelitian ini menggunakan landasan teori peran oleh jim ife. penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi perpustakaan. hasil dari penelitian ini yaitu peran fasilitatif secara keseluruhan sudah dapat dikatakan optimal dikarenakan seluruh program telah dilaksanakan dengan baik, hanya saja tingkat pemahaman dari masyarakatnya saja yang kurang menerima respon dari pihak puskesmas. peran reseptasional puskesmas masih belum optimal secara keseluruhan dikarenakan masih kurangnya kerjasama dengan pihak luar dalam penanganan stunting, padahal kerjasama tersebut dapat membantu menyejahterakan ibu dan anak balita stunting. peran edukasi ini masih kurang informasi yang didapat oleh ibu balita stunting mengenai program atau pun bantuan, karena terbatas media dan kurangnya jaringan yang mendukung sehingga mengurangi akses untuk mengetahui hal tersebut. peran teknis puskesmas telah melakukan segala cara demi mengoptimalkan hal tersebut, seperti pendataan meskipun belum terlaksana dengan merata, namun puskesmas longkib tetap mengusahakan agar pendataan tersebut dapat terlaksana dengan menyeluruh.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERAN TENAGA KESEHATAN DALAM PENANGANAN STUNTING DI KECAMATAN LONGKIB KOTA SUBULUSSALAM. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Sosiologi,
Baca Juga : PERKEMBANGAN KOTA SUBULUSSALAM SEBELUM DAN SESUDAH PEMEKARAN 2000-2010 (Sartini, 2021)
Abstract
This study aims to determine the Role of Health Workers in Handling Stunting in Longkib District, Subulussalam City. This study uses the role theory foundation by Jim Ife. This study uses a qualitative research method. Data collection through interviews, observations and library studies. The results of this study are that the overall facilitative role can be said to be optimal because all programs have been implemented well, only the community has received less response from the health center. The Receptive Role of the Health Center is still not optimal overall due to the lack of cooperation with outside parties in handling stunting, even though this cooperation can help improve the welfare of mothers and toddlers with stunting. This Educational Role is still lacking information obtained by mothers of stunted toddlers regarding programs or assistance, because of limited media and lack of supporting networks, reducing access to find out about it. The Technical Role of the Health Center has done everything possible to optimize this, such as data collection even though it has not been carried out evenly, but the Longkib Health Center continues to strive for the data collection to be carried out comprehensively.
Baca Juga : TANGGUNG JAWAB PEMENUHAN HAK KESEHATAN ANAK PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KOTA BANDA ACEH (Maya Febrina, 2024)