Pembinaan narapidana kelompok penyandang disabilitas adalah suatu upaya untuk memberikan perawatan, rehabilitasi, dan pembinaan kepada narapidana yang memiliki disabilitas fisik atau mental selama menjalani masa hukuman mereka di lembaga pemasyarakatan. adapun masalah pokok penelitian yaitu pembinaan terhadap narapidana penyandang disabilitas di lembaga pemasyarakatan kelas iia banda aceh, kebijakan pembinaan narapidana disabilitas fisik dan disabilitas mental di lembaga pemasyarakatan kelas iia banda aceh dan hambatan dalam upaya pembimbingan narapidana penyandang disabilitas di lembaga pemasyarakatan kelas iia banda aceh. penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana efektivitas hukum di dalam masyarakat serta mengembangkan teori pembinaan, teori pemidanaan relatif dan teori hak asasi manusia. metode penelitian yuridis empiris dengan pendekatan socio-legal. data yang digunakan, data primer, data sekunder dan data tersier. teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, menelaah dokumen, serta peraturan perundang-undangan terkait dan ensiklopedia. data dikumpulkan dan dianalisa dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. hasil penelitian, pertama, pembinaan terhadap narapidana penyandang disabilitas di lapas kelas iia banda aceh melibatkan pendekatan pembinaan terhadap narapidana penyandang disabilitas dirancang untuk memastikan sesuai dengan hak asasi manusia dan kebutuhan rehabilitasi. kedua, kebijakan pembinaan narapidana penyandang disabilitas fisik dan mental di lapas kelas iia banda aceh didasarkan pada prinsip keadilan, hak asasi manusia, dan perlindungan hak-hak narapidana dan berupaya memberikan pendekatan pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan khusus narapidana penyandang disabilitas. ketiga, hambatan dalam upaya pembimbingan narapidana penyandang disabilitas di lapas kelas iia banda aceh, berbagai aspek yang terkait dengan fasilitas, sumber daya manusia, dan pengaruh sosial. disarankan kepada lapas kelas iia banda aceh dibutuhkan peningkatan kesadaran, pelatihan lebih lanjut bagi petugas, serta alokasi anggaran yang tepat untuk fasilitas dan perawatan khusus bagi narapidana penyandang disabilitas untuk mencapai tujuan pembinaan yang baik. kata kunci: pembinaan, narapidana, disabilitas.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PEMBINAAN NARAPIDANA PENYANDANG DISABILITAS (SUATU PENELITIAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA BANDA ACEH). Banda Aceh Program Studi Magister Hukum,2025
Baca Juga : PEMBINAAN NARAPIDANA WANITA (SUATU PENELITIAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS IIB SIGLI) (DARA RAIHAN WIDYA, 2021)
Abstract
Development of prisoners with disabilities is an effort to provide care, rehabilitation and guidance to prisoners who have physical or mental disabilities while serving their sentence in a correctional institution. The main research problems are the guidance of prisoners with disabilities at the Class IIA Penitentiary in Banda Aceh, policies for the guidance of prisoners with physical and mental disabilities at the Class IIA Penitentiary in Banda Aceh and obstacles in efforts to mentor prisoners with disabilities at the Class IIA Penitentiary in Banda Aceh. This research aims to see the effectiveness of law in society and develop guidance theory, relative punishment theory and human rights theory. Empirical juridical research method with a socio-legal approach. The data used are primary data, secondary data and tertiary data. Data collection techniques include observation, interviews, reviewing documents, as well as related laws and regulations and encyclopedias. Data was collected and analyzed using qualitative descriptive analysis techniques. The results of the research, firstly, are that the training pattern for prisoners with disabilities in the Banda Aceh Class IIA prison involves an inclusive and sensitive approach. The guidance for prisoners with disabilities is designed to ensure that it is in accordance with human rights and rehabilitation needs. Second, the procedures for coaching prisoners with physical and mental disabilities at the Banda Aceh Class IIA prison are based on the principles of justice, human rights and protecting the rights of prisoners and strive to provide a coaching approach that is appropriate to the special needs of prisoners with disabilities. Third, obstacles in efforts to guide prisoners with disabilities in Class IIA prisons in Banda Aceh, various aspects related to facilities, human resources, social and budget. It is recommended that the Class IIA Prison in Banda Aceh requires increased awareness, further training for officers, as well as appropriate budget allocation for facilities and special care for prisoners with disabilities to achieve the goal of good development. Keywords: Guidance, Prisoners, Disability.
Baca Juga : PENEMPATAN NARAPIDANA ANAK DENGAN NARAPIDANARNDEWASA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIIRNLHOKNGA (MUHAMMAD QAMARUL AKHYAR, 2021)