Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
KINTAN FATHYA SALSABILA, STUDI KASUS: KADAR SGOT DAN SGPT ANJING LOKAL (CANIS LUPUS DOMESTICUS) YANG TERINFEKSI DEMODEKOSIS DENGAN TERAPI SUPORTIF EKSTRAK KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.). Banda Aceh Fakultas Kedokteran Hewan,2025

Demodekosis merupakan salah satu penyakit kulit pada anjing yang berbahaya karena dapat menyebabkan stres oksidatif sistemik yang berdampak pada berbagai organ tubuh salah satunya hati. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan terapi suportif ekstrak kelapa sawit sebagai antioksidan dalam memperbaiki kerusakan organ hati berdasarkan kadar sgot dan sgpt. pengobatan dengan terapi suportif dilakukan menggunakan ekstrak kelapa sawit dengan dosis 1,0-1,5 g/11-20 kgbb per 12 jam secara oral selama 60 hari. pemberian terapi suportif dibarengi dengan terapi kausatif menggunakan ivermectin 1% dengan dosis 0,2-0,5 mg/kgbb secara subkutan. koleksi serum darah dilakukan pada hari ke-0, 20, 40, 60 untuk kemudian dilakukan pemeriksaan kadar sgot dan sgpt. kadar sgot dari hasil pengamatan pada hari ke-0, 20, 40, dan 60 masing-masing sebesar 61,85 iu/l, 44,3 iu/l, 25,5 iu/l, 15,8 iu/l. kadar sgpt dari hasil pengamatan pada hari ke-0, 20, 40, dan 60 masing-masing sebesar 76,8 iu/l, 39 iu/l, 34,5 iu/l, 23,4 iu/l. kandungan antioksidan dalam ekstrak kelapa sawit juga ditemukan dapat mempercepat penyembuhan luka pada kulit. penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak kelapa sawit efektif sebagai antioksidan dalam memperbaiki kerusakan organ hati dan mempercepat penyembuhan luka pada kulit anjing terinfeksi demodekosis. kata kunci: demodekosis, ekstrak kelapa sawit, hati, serum glutamic-oxaloacetic transaminase, serum glutamic-pyruvate transaminase.



Abstract

Demodecosis is a harmful skin disease in dogs that can cause systemic oxidative stress and will lead to various organ damage including the liver. This study aims to determine the success of supportive therapy of palm extract as an antioxidant in repairing liver damage based on SGOT and SGPT levels. Treatment with supportive therapy is done by using palm extract at a dose of 1.0-1.5 g/11-20 kgBB per 12 hours orally for 60 days. Supportive therapy was accompanied by causative therapy using ivermectin 1% at a dose of 0.2-0.5 mg/kgBB subcutaneously. Blood serum collection was carried out on days 0, 20, 40, 60 for later examination of SGOT and SGPT levels. SGOT levels from observations on days 0, 20, 40, and 60 were 61.85 IU/L, 44.3 IU/L, 25.5 IU/L, 15.8 IU/L. SGPT levels from observations on days 0, 20, 40, and 60 were 76.8 IU/L, 39 IU/L, 34.5 IU/L, 23.4 IU/L. The antioxidant content in palm extract was also found to accelerate wound healing on the skin. This study concludes that palm oil extract is effective as an antioxidant in repairing liver damage and accelerating wound healing on the skin of dogs infected with demodecosis. Keywords: demodecosis, liver, palm extract, Serum Glutamic-Oxaloacetic Transaminase, Serum Glutamic-Pyruvate Transaminase.



    SERVICES DESK