Rahmat adimerta (2024) peran pemerintah gampong dalam pembentukan kewarganegaraan lingkungan. skripsi. departemen pendidikan pancasila dan kewarganegaraan. skripsi : universitas syiah kuala. dibawah bimbingan dr. saiful m.si dan rizal fahmi, s.pd., m.pd kewarganegaraan lingkungan adalah sebuah upaya warga negara untuk dapat menjaga dan merawat lingkungan dengan baik dan benar. salah satu gampong yang memiliki indeks pengelolaan lingkungan yang memiliki standar yang baik dengan indikator cleanliness atau kebersihan, health atau kesehatan, safety atau keamanan, environment sustainability atau kelestarian lingkungan adalah gampong iboih, kecamatan sukamakmue, kota sabang. penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peran pemerintah gampong dalam melakukan berbagai pengelolaan lingkungan (2) mengetahui apa faktor pendorong dan penghambat pembentukan kewarganegaraan lingkungan di gampong iboih. dimana gampong iboih memiliki indeks kebersihan lingkungan yang sangat baik dan sukses memenangkan ajang jejaring desa wisata kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif republik indonesia. penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan dokumentasi, yang melibatkan sekretaris pokdarwis, kepala dusun dan masyarakat dari desa terkait. hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan kewarganegaraan lingkungan di gampong iboih, kecamatan sukamakmue, kota sabang, melibatkan peran aktif pemerintah gampong dalam membangun kolaborasi dengan masyarakat, lsm, sektor swasta, mahasiswa, dan tokoh masyarakat. disamping itu edukasi lingkungan, gotong royong, dan koordinasi yang dilakukan telah memberikan dampak positif, meskipun belum mencapai potensi maksimal. faktor pendorong keberhasilan meliputi semangat gotong royong, keterlibatan berbagai elemen masyarakat, dan adanya program edukasi lingkungan yang terintegrasi. namun, hambatan utama ditemukan pada minimnya pemahaman masyarakat, keterbatasan fasilitas, kurangnya koordinasi, serta sulitnya mengubah kebiasaan lama. pemerintah gampong tentunya telah melakukan peningkatan dan evaluasi guna mengatasi permasalahan tersebut, agar nantinya dapat memaksimalkan berbagai potensi yang ada. kesimpulan dari penelitian tersebut adalah pemerintah gampong iboih berperan penting dalam membentuk kewarganegaraan lingkungan melalui kolaborasi lintas pihak, edukasi, dan gotong royong, meskipun tantangan seperti kurangnya pemahaman masyarakat dan infrastruktur masih ada. dukungan dari lsm, mahasiswa, sektor swasta, serta semangat gotong royong memperkuat upaya ini, tetapi hambatan koordinasi dan kebiasaan lama perlu diatasi. tingkatkan kerja sama pemerintah desa, pokdarwis, dan masyarakat dalam edukasi lingkungan, sosialisasi ke desa tetangga, serta kolaborasi dengan lembaga eksternal untuk mempercepat tercapainya gampong iboih sebagai model desa ramah lingkungan yang membanggakan. sementara saran dari penelitian ini adalah pemerintah desa, pokdarwis, tokoh masyarakat, dan warga gampong iboih diharapkan meningkatkan kinerja, kerjasama, partisipasi, dan sosialisasi peduli lingkungan, termasuk ke desa tetangga, serta menjalin kolaborasi dengan lembaga luar demi membentuk kewarganegaraan lingkungan dan menjadikan desa kebanggaan nasional maupun internasional. kata kunci: gampong iboih, kewarganegaraan lingkungan, kemenparekraf
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERAN PEMERINTAH GAMPONG IBOIH DALAM PEMBENTUKAN KEWARGANEGARAAN LINGKUNGAN. Banda Aceh Fakultas KIP Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan,2025
Baca Juga : PERBANDINGAN KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI KAWASAN MATA IE KECAMATAN DARUL IMARAH DAN DI GAMPONG IBOIH PULAU WEH SABANG (Raudhatul Husna, 2014)
Abstract
Rahmat Adimerta (2024). The Role of Gampong Government in Developing Environmental Citizenship. Script. Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Syiah Kuala. Supervised by Dr. Saiful, M.Si., and Rizal Fahmi, S.Pd., M.Pd. Environmental citizenship refers to the efforts of citizens to protect and maintain the environment responsibly and sustainably. One village with a high environmental management index based on indicators such as cleanliness, health, safety, and environmental sustainability is Iboih Village, Sukamakmue Subdistrict, Sabang City. This study aims to (1) examine the role of the village government in various environmental management efforts and (2) identify the driving and inhibiting factors in developing environmental citizenship in Iboih Village. The village is known for its excellent environmental cleanliness index and has successfully won the Village Tourism Network competition organized by the Ministry of Tourism and Creative Economy of the Republic of Indonesia. The study employs a descriptive qualitative method using interviews and documentation techniques, involving the Pokdarwis secretary, local leaders, and community members of the village. The findings reveal that the development of environmental citizenship in Gampong Iboih involves active government participation in fostering collaboration with the community, NGOs, private sectors, students, and local leaders. Additionally, environmental education, communal work (gotong royong), and effective coordination have positively impacted the community, although the efforts have not yet reached their full potential. The driving factors include strong communal work spirit, involvement of various community elements, and integrated environmental education programs. However, major obstacles include limited public understanding, inadequate facilities, lack of coordination, and difficulties in changing old habits. The village government has taken steps to enhance and evaluate its initiatives to address these issues and maximize the available potential. The study concludes that the Gampong Iboih government plays a crucial role in fostering environmental citizenship through cross-sector collaboration, education, and communal work, despite challenges such as limited public awareness and infrastructure. Support from NGOs, students, private sectors, and communal work spirit strengthens these efforts, but issues with coordination and entrenched habits need to be resolved. Recommendations from the study suggest that the village government, Pokdarwis, community leaders, and residents of Iboih Village should enhance their performance, collaboration, participation, and environmental awareness efforts, including outreach to neighboring villages and partnerships with external organizations. These efforts aim to accelerate the realization of Iboih Village as an environmentally friendly model village that brings pride nationally and internationally. Keywords: Iboih Village, Environmental Citizenship, Ministry of Tourism Creative Economy.
Baca Juga : DUGAAN SERAPAN KARBON PADA VEGETASI MANGROVE DI KAWASAN MANGROVE GAMPONG IBOIH, KECAMATAN SUKAKARYA, KOTA SABANG (Meivi Iswandar, 2017)