Abstrak fajira ulfida. (2025). leksikon etnomedisin dalam pengobatan tradisional masyarakat aceh di kabupaten aceh barat daya: kajian ekolinguistik. [tesis. universitas syiah kuala]. di bawah bimbingan dr. ramli, m.pd., dan dr. budi arianto, s.pd., m.a. penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi leksikon tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat tradisional, (2) mendeskripsikan bentuk dan makna leksikon nama penyakit yang diobati dari tumbuhan yang berkhasiat, (3) mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi leksikon proses pembuatan atau pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. informan penelitian ini, yaitu tabib, tokoh masyarakat, dan pasien. data dikumpulkan dari tiga lokasi yang berbeda di kabupaten aceh barat daya, aceh, indonesia: kecamatan blang pidie, kecamatan susoh, dan kecamatan lembah sabil. data penelitian ini berupa leksikon tumbuhan obat, leksikon penyakit dan leksikon proses pengolahan atau pemanfaatan tumbuhan obat yang diperoleh dari informan. pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif, yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. hasil penelitian menunjukkan bahwa leksikon etnomedisin dalam pengobatan tradisional masyarakat aceh terdapat (1) 143 data leksikon tumbuhan obat yang dimanfaatkan berdasarkan akar, batang, daun, kulit, rimpang, umbi, pucuk bunga, buah, biji, dan salur. leksikon tumbuhan yang ditemukan, yaitu leksikon yang berwujud kata yang terdiri atas kata dasar seperti ‘arhreu’ (serai); kata ulang, seperti ‘ati-ati’ (miana); kata majemuk, seperti ‘tungkat ali’ (tongkat ali) dan leksikon yang berwujud frasa, yaitu frasa endosentris atributif, seperti ‘rayo puteh’ (kembang sepatu), dan frasa eksosentris non direktif, ‘si jaloh’ (jaloh) dan ‘si keb-keb’ (kaposanda). (2) leksikon nama penyakit yang diobati, yaitu leksikon yang berwujud kata yang terdiri dari kata dasar, seperti lambung; kata majemuk, seperti bate kareung (batu karang); dan kata berimbuhan, seperti meuran (resensi urin) dan leksikon berbentuk frasa, yaitu frasa endosentris atributif, seperti darah manyang (hipertensi). (3) leksikon proses pembuatan dan pemanfaatan tumbuhan untuk dijadikan obat tradisional sebanyak 26 data. leksikon yang ditemukan berwujud kata yang terdiri dari kata dasar, seperti silik (oles). kata kunci: ekolinguistik, etnomedisin, leksikon, pengobatan tradisional.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
LEKSIKON ETNOMEDISIN DALAM PENGOBATAN TRADISIONAL MASYARAKAT ACEH DI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA: KAJIAN EKOLINGUISTIK. Banda Aceh Fakultas KIP Magister Pendidikan Bahasa Indonesia,2025
Baca Juga : EVALUASI PENGGUNAAN RAMUAN TRADISIONAL DALAM PENANGANAN PENYAKIT MULUT DAN KUKU PADA SAPI (BOS TAURUS) DI ACEH BARAT DAYA (Imam firdaus pusta, 2024)
Abstract
ABSTRACT Fajira Ulfida. (2024). Ethnomedicinal Lexicon in Traditional Medicine of Acehnese People in Southwest Aceh District: Ecolinguistic Study. [Thesis. Syiah Kuala University]. Under the guidance of Dr. Ramli, M.Pd., and Dr. Budi Arianto, S.Pd., M.A. This study aims to (1) describe the form, meaning, and function of the lexicon of plants that are efficacious as traditional medicine, (2) describe the form and meaning of the lexicon of the name of the disease treated by efficacious plants, (3) describe the form, meaning, and function of the lexicon of the process of making or utilizing plants as traditional medicine. This study uses a qualitative approach with a descriptive research type. The informants of this study were healers, community leaders, and patients. Data were collected from three different locations in Aceh Barat Daya Regency, Aceh, Indonesia: Blang Pidie District, Susoh District, and Lembah Sabil District. The data for this study were in the form of a lexicon of medicinal plants, a lexicon of diseases, and a lexicon of the process of processing or utilizing medicinal plants obtained from informants. Data collection was carried out using observation, interview and documentation techniques. Data analysis was carried out using an interactive analysis model, namely data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that the ethnomedicinal lexicon in traditional medicine of the Acehnese people contains (1) 143 data on medicinal plant lexicons used based on roots, stems, leaves, bark, rhizomes, tubers, flower buds, fruits, seeds, and canals. The plant lexicons found are lexicons in the form of words consisting of basic words such as 'arhreu' (lemongrass); repeated words, such as 'ati-ati' (miana); compound words, such as 'tungkat ali' (tongkat ali) and lexicons in the form of phrases, namely attributive endocentric phrases, such as 'rayo puteh' (hibiscus), and non-directive exocentric phrases, 'si jaloh' (jaloh) and dan ‘si keb-keb’ (kaposanda). (2) Lexicon of diseases treated, namely lexicons in the form of words consisting of basic words, such as gastric; compound words, such as bate kareung (coral stone); and affixed words, such as meuran (urine review) and lexicon in the form of phrases, namely attributive endocentric phrases, such as darah manyang (hypertension). (3) Lexicon of the process of making and utilizing plants to be used as traditional medicine as many as 26 data. The lexicon found is in the form of words consisting of basic words, such as silik (to rub). Keywords: ecolinguistics, ethnomedicine, lexicon, traditional medicine.
Baca Juga : PEMANFAATAN TANAMAN PALA (MYRISTICAFRAGRANS HOUTT.) OLEH MASYARAKAT KABUPATEN ACEH SELATAN DAN ACEH BARAT DAYA (Dewi admiyanti, 2022)