Kegiatan budidaya ikan kakap putih (lates calcarifer) sering mengalami kendala pada pembenihan yaitu serangan jamur pada telur. salah satu penanggulangan infeksi jamur pada telur ikan adalah dengan memanfaatkan tanaman tradisional yang bersifat anti jamur seperti daun kemangi (ocimum basilicum l.). tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kemangi sebagai anti jamur dalam meningkatkan penetasan telur ikan kakap putih serta dosis yang optimal untuk mengobati infeksi jamur tersebut. penelitian ini dilaksanakan pada bulan desember-januari 2025 di balai perikanan budidaya air payau ujung batee, kabupaten aceh besar. metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu rancangan acak lengkap (ral) terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. konsentrasi ekstrak daun kemangi yang digunakan meliputi a (kontrol), b (55 mg/l), c (60 mg/l), d (65 mg/l), e (70 mg/l). berdasarkan uji anova yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan ekstrak daun kemangi sebagai anti jamur berpengaruh nyata (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH EKSTRAK DAUN KEMANGI (OCIMUM BASILICUM L.) SEBAGAI ANTI JAMUR DALAM MENINGKATKAN PENETASAN TELUR IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCARIFER). Banda Aceh Fakultas Kelautan dan Perikanan Budidaya Perairan (S1),2025
Baca Juga : PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN JARAK PAGAR (JATROPHA CURCAS L.) TERHADAP DAYA TETAS TELUR IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCARIFER) (Siti Zailita Nurma, 2025)
Abstract
The activities cultivation of barramundi (Lates calcarifer) seeds often experiences problems in hatcheries, namely fungal attacks on the eggs. One way to overcome fungal infection in fish eggs is to use traditional anti-fungal plants such as basil leaves (Ocimum basilicum L.). The aim of this research was to determine the effect of basil leaf extract as an anti-fungal in increasing the hatching of barramundi eggs and the optimal dose to treat this fungal infection. This research was carried out in December-January 2025 at the Ujung Batee Brackish Water Aquaculture Fisheries Center, Aceh Besar Regency. The method used in this research was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 treatments and 4 replications. The basil leaf extract concentrations used included A (Control), B (55 mg/L), C (60 mg/L), D (65 mg/L), E (70 mg/L). Based on the ANOVA test that has been carried out, it can be concluded that the use of basil leaf extract as an anti-fungal has a significant effect (P
Baca Juga : PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM) TERHADAP DAYA TETAS TELUR IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCARIFER) (BATHLIMUS AHMADI, 2024)