Abstrak sri gustiani. (2025). . [skripsi/tesis. universitas syiah kuala]. dibawah bimbingan nurlaili, s.pd., m.pd dan dr. sn. mukhsin putra hafid, s.sn., m.a. pergeseran dalam bentuk penyajian tari oleh koreografer baik dari segi struktur koreografi maupun elemen visual lainnya merupakan fenomena yang terjadi pada pekan kebudayaan aceh (pka) yang seharusnya merupakan ajang untuk menampilkan kekayaan budaya aceh termasuk tari tradisional dan kontemporer. oleh karena itu perlu adanya pengembangan metode rekonstruksi tari berbasis riset historis agar perubahan dalam koreografi tetap mengacu pada kaidah tradisional.. penelitian ini berjudul “kajian koreografi pada kegiatan pekan kebudayaan aceh (pka) 2023.” tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kajian koreografi tari massal pada kegiatan pekan kebudayaan aceh (pka) viii tahun 2023. penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode survei. subjek penelitian ini sebanyak 7 orang yang terdiri dari 1 orang koreografer, 1 orang asisten koreografer, 1 orang penata musik, 1 orang instruktur dan 3 orang penari pada pagelaran tari massal di pka viii tahun 2023. adapun objek penelitian ialah bagaimana kajian koreografi pertunjukan tari massal pada perayaan pekan kebudayaan aceh (pka) viii tahun 2023. pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data,penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. hasil penelitian menunjukkan jumlah penari tari massal pka viii sebanyak 500 orang putra/i. koreografer menciptakan tarian dengan riset dan obsertasi tarian tradisional aceh serta sejarah aceh yang didiskusikan dengan pihak terkait penyelenggara pka viii. koreografer menciptakan gerakan tari melalui proses eksplorasi, improvisasi dan komposisi untuk menciptakan gerakan-gerakan baru sesuai dengan tema “rempahkan bumi, pulihkan dunia”. koreografer membentuk tarian massal dengan tahapan gerakan opening, gerakan transisi, gerakan simbolis, gerakan klimaks dan gerakan penutup. unsur pendukung tarian massal yang digunakan koreografer adalah iringan musik dengan menggunakan sound effect, vokal, bass, guitar elektrik, rapai serune gendrang dan drum elektrik serta rekaman audio (audio recording). unsur pendukung lainnya adalah properti berupa keranjang anyaman atau bakul, bambu dan tongkat, payung, selendang berwarna rempah-rempah, mahkota atau hiasan kepala, lentera atau obor serta bendera dan umbul-umbul. selanjutnya, pola lantai tari massal yang digunakan adalah pola lantai lingkaran, garis lurus, diagonal, persegi panjang, zigzag dan simetris/asimetris. busana yang digunakan adalah songket, batik, kain tenun khas aceh dan selendang/kain panjang dengan ornamen berbentuk daun, bunga, dan rempah-rempah. selanjutnya menggunakan riasan mata, kelopak mata alis, pipi, bibir serta cat tubuh alami dan tato temporer pada tangan dan pergelangan kaki. unsur pendukung lainnya adalah tempat pertunjukan tari massal yaitu taman ratu safiatuddin yang mampu mengakomodasi acara dalam skala besar. kata kunci : kajian, koreografi, pekan kebudayaan aceh (pka).
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN KOREOGRAFI TARI MASSAL PADA KEGIATAN PEKAN KEBUDAYAAN ACEH (PKA) TAHUN 2023. Banda Aceh Fakultas KIP Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1),2025
Baca Juga : KAJIAN KOREOGRAFI TARI BURQA AL-ZAFN DI SANGGAR BUDAYA ACEH NUSANTARA (BUANA) BANDA ACEH DI SANGGAR BUDAYA ACEH NUSANTARA (BUANA) BANDA ACEH (Rika Agustina, 2015)
Abstract
ABSTRACT Sri Gustiani. (2025). Choreography Study on Aceh Cultural Week (PKA) 2023. [Thesis. Syiah Kuala University]. Under the guidance of Nurlaili, S.Pd., M.Pd and Dr. Sn. Mukhsin Putra Hafid, S.Sn., M.A. The shift in the form of dance presentation by choreographers, both in terms of choreographic structure and other visual elements, is a phenomenon that occurs during the Aceh Cultural Week (PKA), which should be an event to showcase the richness of Acehnese culture, including traditional and contemporary dance. Therefore, it is necessary to develop a dance reconstruction method based on historical research so that changes in choreography still refer to traditional rules. This study is entitled "Choreography Study at the 2023 Aceh Cultural Week (PKA)." The purpose of this study is to describe the study of mass dance choreography at the 2023 Aceh Cultural Week (PKA). The study uses a qualitative descriptive approach with a survey method. The subjects of this study were 7 people consisting of 1 choreographer, 1 assistant choreographer, 1 music arranger, 1 instructor and 3 dancers at the mass dance performance at PKA VIII in 2023. The object of the study is how to study the choreography of mass dance performances at the celebration of the 2023 Aceh Cultural Week (PKA). Data collection was carried out using observation, interview and documentation techniques. Data analysis techniques were carried out by data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. The results of the study showed that the number of PKA VIII mass dance dancers was 500 male/female. The choreographer created the dance with research and observation of traditional Acehnese dances and Acehnese history which were discussed with the relevant parties organizing PKA VIII. The choreographer created dance movements through a process of exploration, improvisation and composition to create new movements in accordance with the theme "Spice the Earth, Restore the World". The choreographer formed the mass dance with stages of opening movements, transition movements, symbolic movements, climax movements and closing movements. The supporting elements of the mass dance used by the choreographer were musical accompaniment using sound effects, vocals, bass, electric guitar, rapai serune gendrang and electric drums as well as audio recording. Other supporting elements were properties in the form of woven baskets or baskets, bamboo and sticks, umbrellas, spice-colored scarves, crowns or headdresses, lanterns or torches and flags and pennants. Furthermore, the floor patterns of the mass dance used were circular, straight lines, diagonal, rectangular, zigzag and symmetrical/asymmetrical floor patterns. The clothes used are songket, batik, typical Acehnese woven cloth and long shawls/cloths with ornaments in the form of leaves, flowers, and spices. Furthermore, using eye makeup, eyelids, eyebrows, cheeks, lips and natural body paint and temporary tattoos on the hands and ankles. Another supporting element is the place for mass dance performances, namely the Ratu Safiatuddin park which is able to accommodate large-scale events. Keywords: Study, Choreography, Aceh Cultural Week (PKA).
Baca Juga : KAJIAN KOREOGRAFI TARI NYAK CUT DI SANGGAR BANDA BEUTARI KOTA LANGSA (ALFIYA RAHMI, 2021)