Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi-strategi pengembangan industri rumah tangga bakpia di kabupaten pidie jaya. metode yang digunakan pada penelitian ini dengan teknik survei. adapun analisis data dengan menggunakan analisis swot (matriks ife, matriks efe, matriks ie, dan matriks swot) dan qspm (quantitative strategic planning matrix). dari hasil penelitian dari analisis swot didapatkan matriks swot berada pada kuadran i. dan mendapatkan 12 strategi alternatif. berdasarkan matriks quantitative strategy planning matrix (qspm) diurutkan dari 12 alternatif strategi dari yang tertinggi ke yang terendah sehingga diambil urutan 3 total nilai tas tertinggi sebagai prioritas strategi pengembangan yaitu mengoptimalkan lokasi usaha yang strategis untuk memperkenalkan produk ke segmen pasar yang lebih luas (so4) dengan nilai sebesar 7,105, mengembangkan variasi produk dengan memanfatkan teknologi (wo1) dengan nilai sebesar 7,056 konsisten dan inovasi produk agar dapt bersaing dengan dengan perusaha yang lain (st1) dengan nilai sebesar 7,049. adapun analisis cpm yang dilakukan menunjukkan bahwa usaha industri rumah tangga bakpia di kabupaten pidie jaya berada pada posisis kompetitif yang kuat yang ditandai dengan nilai skor >2,5. adapun unit usaha bakpia cap bintang satu merupakan usaha bakpia yang paling kompetitif di kabupaten pidie jaya.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA BAKPIA DI KABUPATEN PIDIE JAYA. Banda Aceh Fakultas Pertanian Agribisnis (S1),2025
Baca Juga : KONTRIBUSI USAHATANI KAKAO TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI DESA REULEUT KECAMATAN ULIM KABUPATEN PIDIE JAYA (ERNI LISTIA, 2016)
Abstract
This study aims to determine the development strategies of the bakpia household industry in Pidie Jaya Regency. The method used in this research is a survey technique. The data analysis uses SWOT analysis (IFE Matrix, EFE Matrix, IE Matrix, and SWOT Matrix) and QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). From the research results of the SWOT analysis, it was found that the SWOT matrix was in quadrant I. and obtained 12 alternative strategies. Based on the Quantitative Strategy Planning Matrix (QSPM) matrix, the 12 alternative strategies are sorted from highest to lowest so that the order of the 3 highest total TAS values is taken as the priority development strategy, namely optimizing strategic business locations to introduce products to a wider market segment (SO4) with a value of 7.105, developing product variations by utilizing technology (WO1) with a value of 7.056 consistent and product innovation in order to compete with other companies (ST1) with a value of 7.049. The CPM analysis conducted shows that the bakpia household industry business in Pidie Jaya Regency is in a strong competitive position characterized by a score value of> 2.5. The Cap Bintang Satu bakpia business unit is the most competitive bakpia business in Pidie Jaya Regency.