Peran kepala sekolah dalam pengembangan budaya disiplin guru pada smk di kabupaten aceh barat oleh : kamaruzzaman npm: 2309200050042 komisi pembimbing: 1. prof. dr. bahrun, m. pd. 2. dr. khairuddin, m. pd. abstrak kepala sekolah memiliki peran sebagai seorang pemimpin yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. pengembangan dan pemeliharaan budaya disiplin di sekolah yang positif menjadi tugas penting bagi setiap kepala sekolah. hal ini dikarenakan kepemimpinan dan budaya disiplin berpengaruh terhadap kinerja guru. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kepala sekolah dalam pengembangan budaya disiplin guru pada smk di kabupaten aceh barat. pendekatan yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. subjek dalam penelitian ini adalah 12 orang guru dan 2 orang kepala sekolah yang aktif bertugas pada smk negeri 2 meulaboh dan smk negeri 1 woyla di kabupaten aceh barat. teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah teknik kuesioner terbuka dan wawancara. berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) program kepala sekolah dalam pengembangan budaya disiplin guru pada smk di kabupaten aceh barat mencakup langkah-langkah strategis yang melibatkan guru seperti penyusunan aturan kedisiplinan bersama, penerapan absensi berbasis qr code, dan penguatan komitmen disiplin melalui rapat kerja serta pemberian sanksi bagi pelanggar untuk memastikan budaya disiplin diterapkan secara konsisten. 2) pelaksanaan program pengembangan budaya disiplin guru pada smk di kabupaten aceh barat melalui komunikasi yang demokratis dan kolaboratif. kepala sekolah aktif memberikan arahan rutin, melibatkan guru dalam pengambilan keputusan serta memanfaatkan teknologi untuk mendukung absensi dan pembelajaran. dukungan dari pelatihan, workshop, dan kerja sama dengan pihak eksternal juga memperkuat implementasi program. 3) pelaksanaan evaluasi program pengembangan budaya disiplin guru pada smk di kabupaten aceh barat dilakukan melalui pengamatan langsung, analisis perubahan perilaku siswa dan guru, penghargaan bagi guru yang disiplin. serta pengumpulan umpan balik dari siswa, guru, dan orang tua. 4) pengembangan budaya disiplin guru pada smk di kabupaten aceh barat menghadapi hambatan signifikan, termasuk faktor usia, kepentingan pribadi seperti pekerjaan tambahan dan kegiatan sosial di luar sekolah yang mengganggu ketepatan waktu, jarak tempuh, perbedaan kebiasaan dan pemahaman disiplin di antara guru. kata kunci: peran, pengembangan, budaya disiplin
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN BUDAYA DISIPLIN GURU PADA SMK DI KABUPATEN ACEH BARAT. Banda Aceh Program Studi Magister Administrasi Pendidikan,2025
Baca Juga : KONTRIBUSI KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN BUDAYA SEKOLAH DI SMK NEGERI 1 MEULABOH (Novi Zulfiati, 2021)
Abstract
THE ROLE OF THE PRINCIPAL IN DEVELOPING TEACHER DISCIPLINE CULTURE IN VOCATIONAL SCHOOLS IN WEST ACEH DISTRICT ABSTRACT (Kamaruzzaman) The school principal plays a pivotal role as a leader, a position that demands a high degree of responsibility. Developing and maintaining a positive culture of discipline within schools is a critical task for every principal, as leadership and a culture of discipline significantly impact teacher performance. This study aimed to examine the role of school principals in fostering a culture of teacher discipline at vocational schools in West Aceh Regency. The research employed a qualitative approach with a descriptive methodology. The study's participants included 12 teachers and 2 school principals actively serving at Vocational High School 2 Meulaboh and Vocational High School 1 Woyla in West Aceh Regency. Data were collected through open-ended questionnaires and interviews. The findings revealed the following: (1) The principals’ initiatives to promote a culture of teacher discipline include strategic measures such as the collaborative formulation of disciplinary rules, the implementation of QR code-based attendance systems, and the reinforcement of disciplinary commitments through staff meetings and the imposition of sanctions for violations, ensuring consistent adherence to disciplinary standards. (2) The implementation of these initiatives is characterized by democratic and collaborative communication. Principals provided regular guidance, involving teachers in decision-making processes, and leveraging technology to facilitate attendance monitoring and teaching activities. Additionally, training sessions, workshops, and partnerships with external stakeholders further enhance program implementation. (3) Program evaluation was conducted through direct observation, analysis of changes in teacher and student behavior, recognition of disciplined teachers, and the collection of feedback from students, teachers, and parents. (4) Challenges in fostering a culture of teacher discipline included age-related factors, personal interests such as secondary employment and social activities outside the school, commuting distances, and varying habits and perceptions of discipline among teachers. Keywords: Role, Development, Discipline Culture
Baca Juga : STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN DAN MOTIVASI KERJA GURU SD NEGERI 36 LAKSANA BANDA ACEH (Heri Fajri, 2014)