Kolom berperan sebagai komponen struktural utama yang menjadi komponen yang paling rentan terhadap kerusakan. kerusakan ini terjadi karena struktur beton bertulang tidak mampu menahan beban siklik akibat beban dinamis. penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi berbagai metode perkuatan kolom yang mengalami retak lentur, yaitu injeksi pasta semen komposit, pergantian dan penambahan selimut menggunakan ultra-high-performance concrete (uhpc), serta perkuatan eksternal dengan natural fiber reinforced polymer (nfrp) berbahan serat abaka. benda uji terdiri dari 6 kolom beton bertulang berukuran 200 x 200 x 600 mm, dengan tulangan utama 8d13 mm dan tulangan sengkang Ø10-75 mm. pengujian dilakukan dengan pemberian beban aksial dan beban siklik berdasarkan fema 461 untuk menilai kapasitas beban maksimum, daktilitas, kekakuan awal, dan energi disipasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa pelebaran dimensi dengan uhpc adalah metode perkuatan paling efektif, dengan peningkatan kapasitas maksimum sebesar 53.46%, energi disipasi 219.58%, dan daktilitas lebih dari dua kali lipat dibandingkan kolom kontrol. penggantian selimut beton dengan uhpc juga menunjukkan peningkatan kapasitas sebesar 24.14 %, meskipun mengalami sedikit penurunan kekakuan awal. perkuatan dengan jacketing nfrp memberikan peningkatan kapasitas dan energi disipasi, tetapi kekakuan awalnya menurun 38.5%. metode injeksi pasta semen dan pengujian ulang tidak memberikan peningkatan yang signifikan dan bahkan mengalami penurunan 8.82% dan 12.6% dibandingkan kolom kontrol. kolom tanpa perkuatan mencapai 22 siklus hingga gagal, sedangkan kolom dengan perkuatan mencapai 26 siklus pengujian. secara keseluruhan, pelebaran dimensi uhpc menjadi pilihan terbaik, diikuti oleh pergantian selimut uhpc dan jacketting nfrp. metode ini dapat meningkatkan kapasitas kolom terhadap beban siklik, sehingga cocok diterapkan dalam rehabilitasi struktur beton bertulang yang mengalami degradasi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PERKUATAN STRUKTUR KOLOM YANG MENGALAMI GAGAL LENTUR AKIBAT BEBAN SIKLIK. Banda Aceh Program Studi Magister Teknik Sipil,2025
Baca Juga : PERILAKU JOINT BALOK KOLOM PBI 1971 TERHADAP PEMBEBANAN SIKLIK (Muhammad Farizki, 2021)
Abstract
Columns act as the main structural component in a building and are the most susceptible to damage as their main function is to resist the vertical load of the structure above. Earthquakes can cause structural failure in reinforced concrete columns due to excessive shear forces. This study evaluated various methods of reinforcing columns subjected to flexural cracking, namely injection of composite cement paste with diatomaceous earth, replacement and addition of blankets using Ultra-High-Performance Concrete (UHPC), and external reinforcement with Natural Fiber Reinforced Polymer (NFRP) made from abaca fiber. The test specimens consisted of 6 reinforced concrete columns measuring 200 x 200 x 600 mm, with 8D13 mm main reinforcement and Ø10-75 mm stirrups.Tests were conducted under cyclic loading based on FEMA 461 to assess the maximum load capacity, ductility, initial stiffness, and dissipation energy. The results showed that dimension widening with UHPC (F-5) was the most effective reinforcement method, with an increase in maximum capacity of 53.46%, dissipation energy of 219.58%, and ductility more than double that of the control column (F-1). Replacement of the concrete blanket with UHPC (F-6) also showed a significant increase in capacity of 24.14%, although it experienced a slight decrease in initial stiffness. Reinforcement with NFRP (F-4) provided an increase in capacity and energy dissipation, but the initial stiffness decreased by 38.5%. Injection (F-3) and retesting (F-2) methods did not provide significant improvement and even decreased by 8.82% and 12.6% compared to the control column (F-1). Overall, widening the UHPC dimension (F-5) was the best option, followed by UHPC blanket replacement (F-6) and NFRP reinforcement (F-4). This method can increase the capacity of the column against cyclic loads, making it suitable for rehabilitation of degraded reinforced concrete structures.
Baca Juga : ANALISIS KAPASITAS JEMBATAN SIMPANG KLIET DENGAN PEMBEBANAN TRAILER LOWBED 3 AXLES BERMUATAN 80 TON (Suari Surya, 2019)