Ragam hias merupakan simbol kebudayaan yang sering diterapkan dalam berbagai media. penerapan ragam hias di daerah aceh masih banyak menggunakan teknik tradisional. sehingga, teknik lukis dapat menjadi alternatif modern agar generasi muda dapat mengekspresikan budaya dan gaya hidup sesuai tren kekinian. penelitian ini bertujuan untuk mendesain motif aceh kontemporer, membuat tas selempang berbahan kulit sintetis dengan lukisan motif aceh dan menganalisis tanggapan informan terhadap produk. penelitian menggunakan metode eksperimen terapan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. subjek terdiri dari tujuh informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, meliputi seorang pakar budayawan, dua orang pengrajin souvenir dan empat orang konsumen. data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. hasil penelitian telah menghasilkan dua produk tas selempang dengan desain model dan lukisan motif aceh yang berbeda. motif aceh yang dikembangkan yaitu motif awan si on, bungong geulima, bungong jeumpa, dan bungong aneuk abiek. menurut informan, produk sudah menghadirkan inovasi yang menarik dan masih jarang ditemukan. namun, dalam pengembangannya, motif aceh tetap harus mempertahankan ciri khasnya agar nilai-nilai tradisional yang terkandung di dalamnya tetap lestari.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENERAPAN RAGAM HIAS ACEH PADA TAS BERBAHAN KULIT SINTETIS MENGGUNAKAN TEKNIK LUKIS. Banda Aceh Fakultas FKIP,2025
Baca Juga : PENERAPAN RAGAM HIAS TRADISONAL ACEH BESAR DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK HAND PAINTING PADA PAKAIAN SECONDHAND BERBAHAN DENIM (CUT ZAFIRA ANNISA KEULARA, 2023)
Abstract
Decorative motifs are cultural symbols that are often applied in various media. The application of decorative motifs in the Aceh region still uses many traditional techniques. Thus, painting techniques can be a modern alternative so that the younger generation can express culture and lifestyle according to current trends. This study aims to design contemporary Aceh motifs, make synthetic leather sling bags with Aceh motif paintings and analyze informants' responses to the product. The study used an applied experimental method with a qualitative descriptive approach. The subjects consisted of seven informants selected using a purposive sampling technique, including a cultural expert, two souvenir craftsmen and four consumers. Data were collected through in-depth interviews, then analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study have produced two sling bag products with different Aceh motif designs and paintings. The Aceh motifs developed are the Awan Si On, Bungong Geulima, Bungong Jeumpa, and Bungong Aneuk Abiek motifs. According to informants, the products have presented interesting innovations and are still rarely found. However, in its development, the Aceh motif must still maintain its characteristics so that the traditional values contained in it remain sustainable.