Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Fadhillah Sausan Muafaq, ISOLASI DAN IDENTIFIKASI STAPHYLOCOCCUS AUREUS PADA FESES ORANGUTAN SUMATERARN(PONGO ABELII) LIAR DI STASIUN PENELITIAN SORAYA, SUBULUSSALAM. Banda Aceh Fakultas Kedokteran Hewan,2025

Orangutan sumatera (pongo abelii) merupakan spesies yang terancam punah. populasi orangutan menurun karena perburuan, perdagangan, hilangnya habitat dan masalah kesehatan termasuk infeksi staphylococcus aureus. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi staphylococcus aureus dari dua sampel feses orangutan liar di stasiun penelitian soraya, subulussalam. sampel dikumpulkan menggunakan metode pengambilan sampel insidental dan uji laboratorium dilakukan dua kali dengan interval 2 bulan menggunakan metode carter. sampel feses diinokulasikan ke dalam nutrient broth (nb), manitol salt agar (msa), dan agar darah. isolat yang diisolasi diidentifikasi melalui pewarnaan gram, uji katalase, uji biokimia dan uji hemolisis. isolasi dan identifikasi mengungkapkan empat isolat bakteri yang mampu memfermentasi manitol salt agar (msa) dengan ciri-ciri koloni bulat, cembung, dan keemasan. pewarnaan gram menunjukkan bakteri berbentuk kokus dalam gumpalan yang berwarna ungu (gram positif). semua isolat mampu memfermentasi manitol dan glukosa. pengujian hemolisis pada keempat isolat mengungkapkan dua kategori hemolisis darah: hemolisis beta dan hemolisis gamma. sampel orangutan muda mengandung s. aureus beta-hemolitik, sedangkan sampel orangutan dewasa mengandung s. aureus gammahemolitik. disimpulkan bahwa s. aureus ditemukan dalam feses orangutan sumatera (pongo abelii) yang diperiksa. kata kunci: bakteri gram positif, orangutan liar, staphylococcus aureus, isolasi, identifikasi



Abstract

The Sumatran orangutan (Pongo abelii) is an endangered species. Orangutan populations are declining due to poaching, trade, habitat loss and health problems including Staphylococcus aureus infection. The purpose of this study was to isolate and identify Staphylococcus aureus from two wild orangutan fecal samples at the Soraya Research Station, Subulussalam. Samples were collected using the incidental sampling method and laboratory tests were carried out twice with an interval of 2 months using the Carter method. Stool samples were inoculated into Nutrient Broth (NB), Manitol Salt Agar (MSA), and blood agar. The isolated isolates were identified through Gram staining, catalase test, biochemical test and hemolysis test. Isolation and identification revealed four bacterial isolates capable of fermenting Manitol Salt Agar (MSA) with round, convex, and golden colony characteristics. Gram staining shows coccus-shaped bacteria in clumps that are purple (Gram positive). All isolates are capable of fermenting mannitol and glucose. Hemolysis testing on all four isolates revealed two categories of blood hemolysis: beta hemolysis and gamma hemolysis. The sample of young orangutans contained S. aureus beta-hemolytic, while the sample of adult orangutans contained S. aureus gammahemolytic. It was concluded that S. aureus was found in the feces of Sumatran orangutans (Pongo abelii) that were examined. Key words: Gram positive bacteria, wild orangutans, Staphylococcus aureus, isolation, identification



    SERVICES DESK