Pasien dengan gangguan kesehatan, pastinya akan terdapat satu atau beberapa kebutuhan dasar yang terganggu, salah satunya adalah kebutuhan akan kebersihan diri (personal hygiene: mandi). gangguan ini dapat disebabkan oleh kondisi kesehatan, usia, atau keterbatasan lainnya, sehingga pasien menjadi ketergantungan pada perawatan kebersihan dirinya. tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pemenuhan personal hygiene: mandi pada pasien di ruang rawat inap rumah sakit umum daerah dr. zainoel abidin banda aceh. jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian deskriptif observational. populasi dalam penelitian ini mencakup pasien ketergantungan total care di ruang rawat inap rsudza banda aceh, pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling yang berjumlah 36 responden. teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi pemenuhan personal hygiene; mandi. hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan personal hygiene: mandi di rsudza banda aceh yaitu terpenuhi sebanyak 20 responden (55,6% ) dan tidak terpenuhi sebanyak 16 responden (44,4%). memandikan pasien dapat memberikan banyak manfaat yang baik yaitu meningkatkan personal hygiene dan self esteem yang baik untuk kesehatan. rekomendasi penelitian yaitu perlunya diharapkan perawat di rumah sakit dapat terus menjadi fasilitator dalam meningkatkan pemenuhan personal hygiene; mandi dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan pasien dan mencegah infeksi dan komplikasi terkait penyakit.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
GAMBARAN PEMENUHAN PERSONAL HYGIENE; MANDIPADA PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKITUMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Keperawatan,2025
Baca Juga : GAMBARAN PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR PERSONAL HYGIENE OLEH PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP KELAS III RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MEURAXA BANDA ACEH (Nufus Diana Putri, 2019)
Abstract
Patients with health disorders often experience disruptions in fulfilling their basic needs, including personal hygiene, specifically bathing. These disruptions may result from health conditions, age, or other limitations, leading to patients' dependency on assistance for maintaining their hygiene. This study aimed to describe the fulfilment of personal hygiene, specifically bathing, among inpatients at dr. Zainoel Abidin Regional General Hospital, Banda Aceh. This study employed a quantitative descriptive design with an observational descriptive approach. The study population comprised totally dependent care patients in the inpatient ward of dr. Zainoel Abidin Regional General Hospital Banda Aceh. The sample, consisting of 36 respondents, was selected using an accidental sampling technique. Data were collected using an observation sheet assessing the fulfilment of personal hygiene, particularly bathing. The study results indicated that the fulfilment of personal hygiene needs—bathing—was achieved in 20 respondents (55.6%), while 16 respondents (44.4%) were not fulfilled. Bathing patients provided numerous benefits, including improved personal hygiene and enhanced self-esteem, which are essential for overall health. Based on the study findings, it is recommended that hospital nurses continue to act as facilitators in improving the fulfilment of personal hygiene, particularly bathing, to promote patient health and well-being while preventing infections and disease-related complications